B. Indonesia
Observasi: Pengamatan langsung untuk mendapatkan data yang akurat.
Teks observasi: Menggunakan bahasa yang jelas, objektif, dan terstruktur.
Teks observasi: Berisi fakta yang ditemukan dari objek yang diamati.
Laporan observasi: Berisi latar belakang, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.
Tujuan observasi: Mengumpulkan data untuk penelitian atau mengambil keputusan.
Kalimat observasi: Biasanya bersifat fakta dan deklaratif.
Antonim dan sinonim: Digunakan untuk memperkaya deskripsi objek yang diamati.
Observasi: Harus objektif dan data yang dikumpulkan bisa dibuktikan.
Struktur observasi: Terdiri dari pernyataan umum, deskripsi objek, dan manfaatnya.
Kaidah observasi: Menggunakan kalimat deklaratif dan istilah teknis sesuai objek yang diamati.
Anekdot: Menggunakan bahasa yang humoris dan sering berisi ironi.
Tujuan anekdot: Menghibur sekaligus memberikan pesan moral.
Anekdot: Cerita singkat yang lucu dengan pesan moral.
Anekdot: Cerita singkat yang menghibur dan mengandung pelajaran.
Struktur anekdot: Berisi abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.
Anekdot: Menggunakan bahasa yang sederhana dan humoris.
Novel: Karya sastra panjang dengan alur cerita yang kompleks.
Unsur novel: Tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat.
Sudut pandang: Perspektif dari mana cerita dalam novel diceritakan.
Gaya bahasa: Pilihan kata dan cara penulis menyusun kalimat dalam cerita.
Amanat: Pesan moral atau pelajaran yang disampaikan penulis dalam novel.
Novel: Harus punya karakter yang nyata dan alur cerita yang logis.
Hikayat: Cerita lama yang mengisahkan kehebatan tokoh atau kejadian luar biasa.
Hikayat: Menggunakan bahasa klasik dan penuh pesan moral.
Jenis hikayat: Ada hikayat sejarah, roman, dan cerita rakyat.
Struktur hikayat: Pembukaan, pengantar, konflik, dan penutup.
Lawakan tunggal: Komedi yang dibawakan oleh satu orang.
Hikayat: Menggunakan bahasa indah dan penuh simbolisme.
Mengembangkan hikayat: Harus tentukan tema, alur, dan bahasa yang sesuai.
Lawakan tunggal: Dihadirkan oleh satu orang dengan humor yang spontan.
Tujuan hikayat: Untuk menghibur dan memberi pelajaran moral.
Alur hikayat: Biasanya linier, dengan kilas balik atau kilas depan.**: Pengamatan langsung untuk mendapatkan data yang akurat.