Ekonomi Makro - Catatan

Ilmu Ekonomi

  • Definisi Ilmu Ekonomi: Ilmu yang mempelajari bagaimana manusia membuat pilihan dalam kondisi sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas.
  • Keterbatasan (Kelangkaan): Sumber daya seperti uang, modal, teknologi, pendidikan, keahlian, dan kekayaan alam selalu terbatas.
  • Kelangkaan dan Pilihan:
    • Barang langka: Keinginan > Ketersediaan.
    • Barang ekonomi: Permintaan > Ketersediaan dan memiliki harga. Contoh: emas.
    • Barang bebas: Ketersediaan > Permintaan dan tidak memiliki harga. Contoh: udara, air sungai.
    • Pemilihan: Karena keterbatasan uang, manusia harus memilih barang yang paling disukai.
  • Opportunity Cost (Biaya Kesempatan):
    • Kehilangan kesempatan untuk menikmati barang/jasa lain karena telah memilih satu pilihan.
    • Contoh: Menonton film menyebabkan kehilangan kesempatan makan bakso; maka opportunity cost menonton film adalah makan bakso.
  • Masalah Ekonomi:
    • Kebutuhan manusia tidak terbatas, sementara sumber daya terbatas.
    • Masalah pokok:
      1. What: Barang/jasa apa yang akan dihasilkan?
      2. How: Bagaimana cara menghasilkan barang/jasa tersebut?
      3. For whom: Untuk siapa barang/jasa tersebut dihasilkan?
  • Prinsip Ekonomi: Mendapatkan hasil maksimum dengan sumber daya tertentu atau mendapatkan hasil tertentu dengan sumber daya minimum.

Ekonomi Makro: Pendahuluan

  • Pembagian Ilmu Ekonomi: Ekonomi Mikro vs. Ekonomi Makro.
    • Ekonomi Mikro: Membahas unit individu (perusahaan, rumah tangga).
    • Ekonomi Makro: Menggabungkan perilaku individu menjadi agregat (keseluruhan).
  • Fokus Ekonomi Makro: Tingkat inflasi, pengangguran, neraca pembayaran, dan pertumbuhan ekonomi.
  • Tujuan Teori Ekonomi Makro: Mengetahui permasalahan makro, menganalisis, dan mengambil kebijakan untuk menyelesaikan masalah ekonomi nasional.
  • Empat Masalah Ekonomi Makro Utama:
    1. Kestabilan Harga (Inflasi):
      • Inflasi adalah kenaikan harga secara umum dan terus menerus.
      • Inflasi mengurangi daya beli masyarakat jika tidak diimbangi kenaikan pendapatan per kapita.
      • Inflasi mempengaruhi suku bunga perbankan: inflasi tinggi mengakibatkan suku bunga pinjaman naik.
      • Lingkaran Setan Kemiskinan: GDP/GNPGDP/GNP rendah -> saving rendah -> investasi rendah -> produksi rendah, pengangguran tinggi -> GDP/GNPGDP/GNP tetap rendah.
    2. Masalah Pengangguran:
      • Pengangguran berarti ada faktor produksi (tenaga kerja) yang tidak terpakai.
      • Keynes: Perekonomian selalu dalam keadaan under-employment.
      • Pengangguran menimbulkan kerawanan sosial.
    3. Masalah Keseimbangan Neraca Pembayaran:
      • Neraca pembayaran surplus: Negara memiliki cadangan devisa besar.
      • Cadangan devisa digunakan untuk transaksi perdagangan luar negeri dan membiayai impor.
      • Cara memperbesar cadangan:
        • Ekspor.
        • Mengundang investor asing (dapat meningkatkan produksi dan mengurangi pengangguran, namun investasi asing tidak selalu stabil).
        • Pinjaman luar negeri (seharusnya menjadi alternatif terakhir, di mana pemanfaatannya harus bijak).
    4. Masalah Pertumbuhan Ekonomi:
      • Pertumbuhan ekonomi dilihat dari peningkatan GDPGDP (Gross Domestic Product) atau GNPGNP (Gross National Product).
      • Peningkatan GDPGDP berarti peningkatan pendapatan per kapita.
      • Masalah: Pembagian pendapatan nasional yang tidak merata.

Pengukuran Pendapatan Nasional

  • Pendapatan Nasional: Total produksi barang/jasa oleh masyarakat suatu negara dalam periode tertentu.
  • Indikator: GDPGDP (Gross Domestic Product) atau PDB (Produk Domestik Bruto) dan GNPGNP (Gross National Product) atau PNB (Pendapatan Nasional Bruto).
  • Tiga Pendekatan Perhitungan:
    1. Pendekatan Produksi (Production Approach).
    2. Pendekatan Pendapatan (Income Approach).
    3. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach).
  • Pendekatan Produksi:
    • Menghitung jumlah nilai akhir barang/jasa atau nilai tambah (value added).
    • Nilai akhir: Nilai barang siap dikonsumsi.
    • Nilai tambah: Selisih nilai barang dengan biaya produksi.
    • Menghitung nilai barang akhir atau menjumlahkan semua nilai tambah.
    • Contoh: Industri Pakaian Jadi (lihat tabel 3.1).
    • Menghitung pendapatan nasional dengan menjumlah produksi seluruh sektor lapangan usaha (lihat tabel 3.2).
  • Pendekatan Pendapatan:
    • Menghitung semua pendapatan dari faktor produksi: sewa, bunga, upah, dan profit.
  • Pendekatan Pengeluaran:
    • Menjumlahkan seluruh pengeluaran oleh pelaku ekonomi: rumah tangga (konsumsi), perusahaan (investasi), pemerintah (belanja), dan sektor luar negeri (ekspor netto/selisih ekspor dan impor).
      • Formula: GDP=KonsumsiRumahTangga+KonsumsiPemerintah+PembentukanModalDomestikBruto+EksporNettoGDP = Konsumsi Rumah Tangga + Konsumsi Pemerintah + Pembentukan Modal Domestik Bruto + Ekspor Netto (lihat tabel 3.3).
  • Konsep GDPGDP dan GNPGNP:
    • GDPGDP: Berdasarkan konsep kewilayahan (produksi di dalam suatu negara).
    • GNPGNP: Berdasarkan konsep kewarganegaraan (produksi oleh warga negara suatu negara, baik di dalam maupun di luar negeri).
      • Rumus: GNP=GDP+NetFactorsIncomefromAbroadGNP = GDP + Net Factors Income from Abroad
    • Net factors income from abroad: Selisih pendapatan WNI di luar negeri dengan pendapatan WNA di dalam negeri (Nilai "NFIA""NFIA" Indonesia masih negatif).
  • GDPGDP Nominal dan GDPGDP Riil:
    • GDPGDP nominal: Nilai output berdasarkan harga yang berlaku saat itu.
    • GDPGDP riil: Nilai output berdasarkan harga tahun dasar (harga konstan).
    • Contoh perhitungan (lihat tabel 3.4).
      • Menghitung inflasi: inflasi=(GDPNominalGDPRiil1)×100%inflasi = (\frac{GDP Nominal}{GDP Riil} - 1) \times 100\% (lihat contoh perhitungan inflasi).

Analisis Pendapatan Nasional Dua Sektor

  • Asumsi: Perekonomian hanya digerakkan oleh rumah tangga dan swasta.
  • Arus Melingkar (Circular Flow):
    • Sektor swasta: Produsen barang/jasa menggunakan faktor produksi dari rumah tangga.
    • Rumah tangga: Pembeli barang/jasa dari swasta dengan penghasilan dari penjualan faktor produksi.
    • Penghasilan rumah tangga: sewa, bunga, upah, dan profit.
    • Lingkaran arus:
      1. Rumah tangga menjual faktor produksi ke swasta.
      2. Swasta menghasilkan barang/jasa.
      3. Rumah tangga membeli barang/jasa dari swasta (Gambar 4.1).
  • Tabungan dan Investasi:
    • Sebagian penghasilan rumah tangga ditabung.
    • Tabungan: Kebocoran dalam arus melingkar.
    • Investasi: Injeksi karena menambah pendapatan nasional (Gambar 4.2).
    • Tingkat pendapatan nominal: Tergantung pada pengeluaran agregat yang direncanakan.
    • Output > Pengeluaran agregat direncanakan : Produksi akan turun.
    • Output < Pengeluaran agregat direncanakan : Produksi akan naik.
    • Output = Pengeluaran agregat direncanakan : Tabungan =Investasi.
  • Analisis Matematis dan Grafis:
    • Asumsi:
      • Investasi bersifat otonom (tidak dipengaruhi variabel lain).
      • Konsumsi adalah fungsi linear dan positif dari pendapatan disposable (Yd).
      • Tabungan adalah fungsi linear dan positif dari pendapatan disposable (Yd).
      • Tidak ada pajak tidak langsung (Y = agregat pendapatan disposable).
    • Y=C+SY = C + S
    • C=C<em>0+bYdC = C<em>0 + bYd (C</em>0C</em>0 = autonomous consumption)
    • S=C0+(1b)YdS = -C_0 + (1-b)Yd
    • Contoh Soal (Gambar 4.3):
      • Jika C=100+0.8YC = 100 + 0.8Y dan I=50I = 50, maka keseimbangan pendapatan nasional (Yeq) dapat dicari melalui pendekatan Pengeluaran atau Injeksi-Kebocoran (keseimbangan terjadi pada saat tabungan sama dengan investasi yang direncanakan).

Analisis Multiplier

  • Efek Multiplier: Perubahan pengeluaran otonom (misalnya, investasi otonom) menyebabkan perubahan yang lebih besar pada keseimbangan pendapatan nasional.
  • Kecenderungan Konsumsi Marginal (MPC): b=ΔCΔYb = \frac{\Delta C}{\Delta Y} (Nilai MPC antara 0 dan 1).
  • Proses Multiplier:
    • Perubahan investasi -> perubahan pengeluaran agregat-> perubahan pendapatan -> perubahan konsumsi (berkelanjutan).
    • Contoh:
      • Fungsi konsumsi: C=100+0.8YC = 100 + 0.8Y .
      • Investasi awal: I=50,I = 50,; keseimbangan pendapatan nasional: Ye=750Ye = 750 .
      • Investasi bertambah: ΔI=50\Delta I = 50 (menjadi I=100), keseimbangan pendapatan nasional menjadi 10001000 (bernilai lebih besar dari pertambahanInvestasi).
  • Secara matematis:
    • Perubahan pendapatan nasional menjadi : ΔY=kΔI=1(1b)ΔI\Delta Y = k\Delta I = \frac{1}{(1-b)}\Delta I dengan kk sebagai angka pengganda.
    • Maka keseimbangan pendapatan nasional yang baru adalah Y<em>e=Y</em>0+ΔY=Y0+kΔIY<em>e = Y</em>0 + \Delta Y = Y_0 + k \Delta I (dilihat contoh perhitungan).

Analisis Pendapatan Nasional Tiga Sektor

  • Pelaku Ekonomi: Rumah tangga, swasta, dan pemerintah.
  • Peran Pemerintah: Penyedia barang publik yang dibiayai dari pajak (gambar 6.1).
  • Arus Melingkar: Pemerintah memungut pajak dari rumah tangga dan swasta, kemudian membelanjakannya untuk pembangunan yang dinikmati rumah tangga dan swasta.
  • Keseimbangan Pendapatan Nasional: Y=C+I+GY = C + I + G atau S+Tx=I+GS + Tx = I + G (gambar 6.2).
  • Pendekatan Matematis:
    • Yd=YTxYd = Y - Tx
    • Contoh dengan C=100+0.8YdC = 100 + 0.8Yd, I=50I = 50, G=250,Tx=250G = 250, Tx=250 (Gambar 6.2).
      • Keseimbangan Pengeluaran: Y=C+I+GY = C + I + G
      • Keseimbangan Injeksi Kebocoran: S+T=I+GS+T = I + G
  • Pembayaran Transfer oleh Pemerintah:
    • Pembayaran transfer (subsidi) mempengaruhi pendapatan disposable (Yd).
    • Yd=YTx+TrYd = Y - Tx + Tr
    • Contoh dengan soal yang sama namun ditambah subsidi: perhtungan keseimbangan pendapatan nasional menjadi:
      • Keseimbangan Pengeluaran : dengan Yd=YTx+Tr;Yd=Y250+50;Yd=Y200Yd = Y - Tx + Tr; Yd = Y - 250+50; Yd = Y - 200
  • Angka Pengganda pada Perekonomian 3 Sektor:
    • Pajak lumpsum: Tx=T0Tx = T0 (eksogen).
    • Pajak proporsional: Tx=T0+tYTx = T0 + tY (endogen).
    • Keseimbangan Pendapatan Nasional:
      *Pendapatan nasional akan mengalami peningkatan akibat bertambahnya subsidi atau variable injeksi. Peningkatan ini dapat dihitung dengan cara: menggunakan pengganda dalam persamaan ; k=11bk = \frac{1}{1-b}; $\Delta Y=kA$.

Analisis Pendapatan Nasional Empat Sektor

  • Perekonomian Terbuka: Melibatkan sektor luar negeri dalam kegiatan ekonomi.
  • Arus Melingkar (Gambar 7.1):
    • Rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan sektor luar negeri saling terkait.
    • Masing-masing memiliki pendapatan dan pengeluaran.
  • Keterkaitan Pelaku Kegiatan Ekonomi:
    • Rumah tangga:mendapatkan dari perusahaan karena menyediakan faktor produksi di pasar faktor produksi. Kemudian rumah tangga mengeluarkannya dalam bentuk konsumsi (C). Sementara itu perusahaan (firm) mendapatkan penghasilan dari menjual barang/jasa di pasar barang (good market) dan memiliki pengeluaran dalam bentuk investasi maupun pembayaran pajak. Perusahaan juga mendapatkan uang dari pasar keuangan (financial market) guna meningkatkan kapasitas produksinya. Pemerintah memperoleh penghasilan, berupa pajak dari perusahaan maupun rumah tangga. Lalu dikeluarkan dalam bentuk pengeluaran pemerintah (G). Pemerintah juga dapat memperoleh dana pinjaman dari pasar keuangan dalam bentuk penjualan obligasi ataupun dengan melakukan pinjaman luar negeri. Sementara itu sektor luar negeri (rest of the world) membeli barang dan jasa dari perusahaan baik dan kemudian menjualnya ke luar negeri (X) dan juga mendatangkan barang dan jasa dari luar negeri untuk dijual ke dalam negeri (impor =M).
  • Keseimbangan Pendapatan Nasional:
    • Keseimbangan juga terjadi pada saat S+T+M=I+G+XS+T+M=I+G+X.
      Keseimbangan: P adalah (lumpsum dan ekspor). Dengan demikian, semakin banyaknya pajak yang bersifat proporsional dan propendogen,
      *Gambaran dari perkembanan sector di gambar 7.2.
      *fungsi propengen adalah fungsi impor yang dipengaruhi oleh pendapatan.

Fungsi impor proporsional**Fungsi impor proporsionalad:M=M+mY:M=M+mY.

Hasil penggandaan dari model 4 sektor dari pajak atau transfer memiliki persamaan untuk memprediksi kemajuan ekonomi.

Teori Konsumsi

  • Latar Belakang: Muncul setelah Great Depression (1929-1930).
    • Dijelaskann
      *Kurva konsumsi didasarkan pada pendapataa
  • Fungsi konsumsi dari pandangna ekonoom
    *Teori ini melihat perubahan ekonomi untuk me

Teori ini diawali dengan Investasi

Poinnya adlah

Keputusan Melakukan Investasi

Bagi seorang investor, keputusan untuk melakukan investasi tentunya untuk memperoleh pendapatan dari investasi tersebut. Sebelum memutuskan untuk melakukan investasi, investor pada umumnya akan melakukan studi kelayakan dari usaha yang ingin didirikannya. Dari berbagai macam perhitungan yang ia buat, ada dua hal yang penting yang selalu ia pertimbangkan, yaitu suku bunga dan rate of return. Suku bunga merupakan biaya yang ditanggung oleh investor karena ia meminjam dari bank. Bunga (i) adalah biaya dari capital. Untuk itu, investor harus membandingkannya dengan pendapatan yang ia akan terima. Sedangkan rate of return (rr) adalah tingkat pendapatan dari modal yang telah diinvestasikan oleh investor. Kedua variable ini dinyatakan dalam bentuk persentase.

Keseimbangannya di Pasar Barang.

*Kuesimbamgan juga diatur
Untuk menghitung pendekatan keseimbangan dengan mengunakan rumus, Y, I, dan G
*keterangan rumus.
*Rumusnya Y= 475-1000i.

Keseimbangan di pasar Uang

  • Teori, Ms =Md di pasar
    Keynes menjelaskan dalam hal permintaan terdiri dati (1_motof transaksi 2. motif berjaga