Perjuangan Diplomasi

14 - 25 April 1946, Hooge Veluwe GAGAL

Diadakan lagi tanggal 10 November 1946

Delegasi Indonesia

  • Sutan sjahrir

  • Roem

  • A.K Gani

Delegasi Belanda

  • Van Mook

  • Boer

  • Prof Williem

  • Max van Poll

25 Maret 1947, Disepakati

  1. Wilayah Indonesia secara de facto: Madura, Sumatra, Jawa

  2. Pembentukan RIS

  3. Pembentukan Uni Indo-Belanda


Koferensi Malino 15 - 26 Juli 1946

Tujuannya, membentuk negara federar di daerah yang diserah terima inggris

BFO, Bandung Mei - Juli 1948

Tujannya, mencari solusi konflik politik RI dan Belanda, juga mencari solusi terbaik dari pada egara perailhan buatan Van Mook

Agresi Militer 1 20-21 Juli 1947

Tanggal 15 Juli 1947, Van Mook mengdeklarasi Belanda tidak lagi terikat perjanjian Linggarjati

Tujuan AGM 1

  1. Mengepung ibu kota, mengahpus RI dari peta dan de facto

  2. Merebut wilayah perkebunan sawit

  3. Menghilagkan BTR (TNI)

29 Juli pesawat bantuan jatuh, menewaskan Adi Sucipto & Abdurrahman

Tanggal 1 Agustus 1947, PBB memerintahkan Van Mook berhenti menyerang.

Komisi Tiga Negara, dibentuk 25 Agustus 1947

  • Australia ditunjuk Indonesia, Kirby

  • Belgia ditunjuk Belanda, Paul Zeeland

  • Amerika penegang, Dr.Frank

Tanggal 27 Oktober 1947 memulai tugasnya, perjanjian Renville

Perjanjian Renville, 8 Desember 1947, Kapal USS Renville, Pelabuhan Tanjung Priok

Delegasi Indonesia

  • Amir Sjarifuddin

  • Ali Sastroamijoyo

  • H Agus Salim

Delegasi Belanda

  • Abdulkadir

Delegasi PBB

  • Perwakilan KTN

Isi perjanjian, ditandatangani 17 Januari 1948

  1. wilayah indo meliputi, sumatra, jawa tengah, yogyakarta

  2. garis van mook divalidasi

  3. tentara harus mundur dari wilayah masing-masing

Agresi Militer 2, 19 Desember 1948

18 Desember 1948, Belanda mendeklarasikan tidak lagi terikat perjanjian renville

Karna kekacauan, dibentuk PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) yang diketuai Sjarifuddin Prawiranegara

Tokoh Politik diculik dan diasingkan ke sumatra

24 Januari 1949, Iternasional menegcam Belanda karna menyerang, dan memberhentkan pemberian bantuan dana kepada belanda.

PDRI 19 Desember 1948, Bukittinggi, berhasil menggantikan RI selama 8 Bulan, 13 Juli 1949

Perjanjian Roem-Royen, 1 Mei 1949

Ditandatangani 7 Mei 1949

  • Indonesia memberhentikan gerilya

  • Setuju ikut serta KMB

  • Belanda mengembalikan Yogyakarta

  • Penghentian Militer

  • RI bagian dari NIS

happy ending 10 juli 1949

Konferensi Inter-Indonesia, Hatta dan Sultan Hemengkubuwono 2

Juli-Agustus 1949, tujuannya untuk menyamakan pendapat dan tuntutan di KMB

KMB 23 Agustus - 2 November 1949, Den Haag

Delegasi Indonesia

  • Hatta

Seopomo

  • Ali Sastroamijoyo

  • Ir Juanda

  • TB Simatupang

  • BFO: Sultan Hemengkubuwono

Delegasi Belanda

  • Mr, Van Maarseeven

    Delegasi UNCI

  • Critchley

Hasil KMB

  1. Belanda mengakui negara RIS

  2. Masalah Irian Barat akan diselesaikan setahun kemudian

  3. Corak pemerintahan RIS akan diatur

  4. Akan dibentu Uni Indonesia-Belanda yang dipemerintah Ratu Belanda

  5. Indonesia bertanggung jawab atas hutang Hindia Belanda

  6. RIS akan mengembalikan hak milik Belanda

RIS - NKRI

16 Desember 1949 Sukarno dilantik presiden RIS

Ketua KNIP, Mr.Assat dilantik Presiden RI, 27 DEsember 1949

Banyak negara bergabung ke RI, RIS sisa 3; RI, Sumatra Timur, Indonesia Timur.

Maka sepakat untuk kembali jadi NKRI

RIS resmi berakhir pada 17 Agustus 1950