PJK_dr Budi Arief
PENYAKIT JANTUNG KORONER
Pengantar
Pembicara: Dr. Budi Arief Waskito, dr SpJP
Definisi Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung yang disebabkan oleh kelainan pada arteri koroner.
Sebanyak 98% disebabkan oleh proses aterosklerosis pada arteri koroner.
Proses aterosklerosis ini terjadi akibat interaksi dari beberapa faktor risiko, di antaranya:
Diabetes Melitus (DM)
Hipertensi (HT)
Merokok
Dan lain-lain.
ANATOMI ARTERI KORONER
Arteria Koroner
Arteri Koroner Kanan (RCA): Memasok darah ke atrium kanan, ventrikel kanan, bagian bawah ventrikel kiri, dan bagian belakang septum.
Arteri Koroner Kiri: Terbagi menjadi dua cabang:
Arteri Circumflex: Memasok darah ke atrium kiri dan sisi serta bagian belakang ventrikel kiri.
Arteri Anterior Descending Kiri (LAD): Memasok darah ke bagian depan dan bawah ventrikel kiri serta bagian depan septum.
Sistem Vena Koroner
Vena koroner (ditunjukkan dengan warna biru) mengangkut darah yang telah digunakan oleh otot jantung (darah yang kaya karbon dioksida) kembali ke atrium kanan.
STRUKTUR DINDING ARTERI
Dinding Arteri Normal
Terdiri dari beberapa lapisan:
Tunica Adventitia: Lapisan paling luar dari pembuluh darah.
Tunica Media: Terdiri dari otot polos dan jaringan elastis.
Tunica Intima: Lapisan terdalam yang terdiri dari endotelium dan jaringan ikat subendotelial.
Membran elastik internal: Menghiasi bagian dalam tunica media.
Serat otot halus dan serat elastis/kolagen.
Membran elastik eksternal: Lapisan luar tunica media.
PROSES ATEROSKLEROSIS
Langkah-Langkah Aterosklerosis
Cedera Endotelial Kronis:
Faktor yang menyebabkan cedera:
Hiperlipidemia
Hipertensi
Merokok
Homosistein
Faktor hemodinamik
Toksin
Virus
Respon imun.
Disfungsi Endotelial:
Meningkatnya permeabilitas dan adhesi leukosit.
Adesi dan emigrasi monosit ke dinding arteri.
Emigrasi Selotot Halus:
Sel-sel otot polos berpindah dari media ke intima dan aktivasi makrofag.
Pembentukan Lemak:
Makrofag dan sel otot halus menelan lipid, membentuk "Fatty Streak".
Pembentukan Ateroma Fibrofatty:
Proliferasi selotot halus, deposisi kolagen, lipid ekstraseluler, dan jaringan matriks ekstraseluler.
MANIFESTASI KLINIS
Stenosis Arteri Koroner
Menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan penyediaan oksigen miokardial, yang dapat berujung pada iskemia miokardial dan angina pektoris.
Angina Pektoris
Ditandai dengan nyeri dada yang digambarkan sebagai tertekan, dicengkeram, atau panas di daerah retrosternal, sering menjalar ke lengan kiri.
TIPE ANGINA
Angina Tipikal (Klasik):
Nyeri yang dipicu oleh olahraga, emosi, atau setelah makan.
Terjadi akibat aterosklerosis pada pembuluh darah koroner dan terdeteksi pada EKG sebagai depresi segmen-ST.
Angina Varian (Prinzmetal):
Nyeri dada saat istirahat.
Dapat terdeteksi pada EKG sebagai elevasi segmen-ST.
Terjadi akibat spasme pembuluh darah koroner.
Angina Tidak Stabil:
Dipicu oleh spasme koroner dan dapat disertai aterosklerosis.
Gejalanya lebih lama dibandingkan dengan kedua tipe angina lainnya dan mungkin menunjukkan gejala infark miokard.
ISKEMIA MIOKARDIAL
Ketidakseimbangan Suplai dan Kebutuhan Oksigen
Penurunan Suplai Oksigen cenderung disebabkan oleh:
Aliran darah koroner.
Tekanan perfusi, durasi diastol, dan resistensi dinding koroner.
Peningkatan Kebutuhan Oksigen dapat dicirikan oleh:
Tegangan dinding jantung (tekanan intraventrikuler, volume ventrikel, ketebalan dinding jantung).
Denyut jantung dan kontraktilitas.
PENDAHULUAN DIAGNOSIS
Prosedur Diagnosis
Anamnesa
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang (laboratorium, EKG, treadmill, X-ray thorax, echocardiografi, pencitraan radio-nuklei, angiografi).
Anamnesa
Nyeri dada dengan pola tetap dari segi pemicu, durasi, dan intensitas.
Menilai faktor-faktor risiko.
Pemeriksaan Fisik
Cek tanda vital untuk hipertensi atau aritmia.
Penilaian indeks massa tubuh dan lingkar pinggang.
Menilai adakah bukti adanya penyakit vaskuler non-koroner.
Pemeriksaan Laboratorium
Memeriksa kadar glukosa darah, profil lipid, dan penanda kerusakan miokard seperti CKMB dan Troponin.
PENATALAKSANAAN
Tujuan Terapi
Meningkatkan penyediaan oksigen.
Menurunkan kebutuhan oksigen miokard.
Pendekatan Terapi
Umum: Mengendalikan faktor risiko, hindari faktor pencetus.
Medikamentosa: Terhadap faktor risiko seperti DM dan HT.
Intervensi: Non-bedah (PTCA, stenting) atau bedah (bypass).
Obat Utama untuk Angina
Nitrat: Meningkatkan suplai oksigen dan menurunkan kebutuhan oksigen.
Beta-Blokers: Menurunkan konsumsi oksigen di jantung dengan menurunkan denyut dan kontraktilitas.
Kalsium Bloker: Menurunkan resistensi dan meningkatkan aliran darah koroner.
Efek Samping dan Kontraindikasi Obat
Nitrat dapat menyebabkan sakit kepala, flushing wajah, dan pusing.
Anamnesa kejadian kardiovaskular lainnya sebelum penatalaksanaan.
Terapi Kombinasi
Dapat dilakukan kombinasi dari nitrat, beta-blokers, dan kalsium bloker untuk hasil yang lebih baik dalam mengatasi angina.
DIAGNOSIS BANDINGSINDROM KORONER AKUT
Penyebab Terjadinya SKA
Trombosis koroner, robekan plak, spasme arteri koroner.
Diagnosis berdasarkan EKG, perubahan enzim jantung.
Stratifikasi Risiko dan Manajemen
Terapi reperfusi: fibrinolisis atau PCI tergantung pada risiko pasien.
Penanganan langkah awal di ruang gawat darurat penting untuk hasil yang optimal.
Kesimpulan
Penyakit jantung koroner merupakan masalah kesehatan yang serius yang memerlukan pemahaman yang mendalam serta penanganan yang tepat.
PENUTUP
Terima kasih atas perhatian hadirin.