Class 8 Notes
Peran Roh Kudus bagi Murid Yesus
- Yesus mengutus Roh Kudus.
- Roh Kudus memberi daya kekuatan.
- Roh Kudus adalah Roh Allah yang dijanjikan oleh Yesus kepada para murid sebelum Ia naik ke surga.
- Janji Yesus ini telah terpenuhi dalam peristiwa Pentakosta.
- Roh Kudus adalah Roh Penghibur, Roh Kebenaran.
- Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang mengajarkan tentang Kebenaran Allah, yaitu mewartakan tentang Yesus Kristus sendiri dan karya Penyelamatan-Nya.
- Roh Kudus berperan bagi para rasul dengan memberikan keberanian, pendampingan dan kekuatan.
- Roh Kudus berperan bagi kita dengan:
- Memampukan untuk memberi kesaksian hidup (martyria).
- Mendorong untuk saling menguduskan melalui kegiatan liturgi.
- Memampukan untuk melaksanakan tugas pelayanan (diakonia).
- Menggerakkan dan mendorong untuk membangun persekutuan yang kokoh (Koinonia).
- Tanda saat Roh Kudus turun:
- Tiupan angin yang keras.
- Lidah-lidah Api.
- Awan gelap.
- Peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul membuktikan bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan murid-murid-Nya dan akan menyertai mereka sampai akhir zaman.
- Lambang Roh Kudus:
- Angin: menggerakkan kita kemana Roh itu mau, yaitu menuju kepada kebaikan.
- Api: menyemangati hidup kita, untuk mewartakan karya keselamatan Kristus.
- Peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul disebut hari Pentakosta.
- 7 karunia Roh Kudus:
- Karunia kebijaksanaan
- Karunia pengertian
- Karunia nasihat
- Karunia pengenalan
- Karunia kesalehan
- Karunia Perkasaan
- Karunia takut akan Allah
- Empat karunia yang menyempurnakan akal budi:
- Kebijaksanaan
- Pengertian
- Pengenalan akan Allah
- Nasihat
- Tiga karunia yang menopang keinginan (will) dan indera (senses):
- Kesalehan (kesempurnaan keinginan)
- Keperkasaan dan rasa takut akan Tuhan (menopang indera)
- Roh Kudus membimbing umat-Nya melalui:
- Sabda-Nya dalam Kitab Suci
- Gereja-Nya
- Bimbingan secara khusus
- Bimbingan orang lain
Gereja sebagai Komunitas Orang Beriman
- Gereja berasal dari kata igreja (Portugis), ecclesia (Latin), atau ekklèsia (Yunani), yang berarti ’kumpulan’ atau ’pertemuan, ’ ’rapat.’
- Ekklèsia berarti ’memanggil,’ sehingga Gereja dapat diartikan sebagai umat yang dipanggil Tuhan.
- Komunitas yang hidup memiliki:
- Komunikasi dan interaksi
- Saling memperhatikan, memiliki, memberi, mendukung, menasihati, mengingatkan, mengembangkan, dan melayani.
- Membangun kebahagiaan bersama.
- Makna Gereja:
- Gereja sebagai umat Allah
- Gereja sebagai Tubuh Kristus
- Gereja sebagai Bait Roh Kudus
- Gereja sebagai sebuah misteri dan sakramen
- Gereja sebagai communio
- Gereja sebagai Persekutuan Orang-orang Kudus
- Penghayatan Gereja sebagai komunitas umat beriman yang hidup:
- Menjadi anggota Gereja lewat sakramen baptis
- Semua anggota komunitas hidup sehati dan sejiwa karena menghayati satu Allah, satu Roh, dan satu baptisan
- Semua anggota dipandang dan diperlakukan sebagai saudara yang sederajat
- Pemimpin dalam Gereja hadir sebagai pelayan menghadirkan Kristus di tengah umatnya.
- Anggota Gereja:
- Kaum klerus atau kaum tertahbis (uskup, imam, diakon): bertugas untuk menguduskan, menggembalakan, memimpin, melayani, mengajar umat.
- Kaum hidup bakti atau biarawan-biarawati: tarekat religius (mengucapkan Tri Kaul Suci: Ketaatan, Kemurnian, dan Kemiskinan) dan tarekat sekular (tidak mengucapkan Tri kaul suci, namun terikat nasihat injil pelayanan)
- Kaum Awam: Umat kristiani yang bukan imam dan juga bukan biarawan-biarawati yang berperan penting juga dalam melaksanakan perutusan Gereja sesuai dengan bidang karya masing-masing.
- Ciri-ciri Gereja: satu, kudus, katolik, dan apostolik.
- Gereja yang satu: kesatuan dalam Gereja yang tampak dalam satu Injil, satu baptisan, dan satu jabatan yang dikaruniakan kepada Petrus dan kedua belas rasul.
- Gereja yang kudus: bersumber pada Kristus, tujuannya menuju kekudusan, untuk kemuliaan Allah dan penyelamatan umat manusia.
- Gereja yang katolik: rahmat dan keselamatan yang ditawarkan kepada semua orang; Iman dan ajaran Gereja yang bersifat umum, yaitu dapat diterima dan dihayati siapa pun.
- Gereja apostolik: berpegang teguh pada kesaksian iman para rasul yang diutus Kristus.
Karya Pastoral Gereja
- Lima tugas pokok Gereja: pewartaan (Kerygma), persekutuan (Koinonia), pengudusan (Leyturgia), pelayanan (diakonia) dan Kesaksian (Martyria).
- Ciri hidup jemaat perdana (Kis 2:41-47):
- Bertekun dalam ajaran para rasul (Kerygma)
- Bertekun dalam persekutuan (Koinonia)
- Berdoa memuji Allah (Leyturgia)
- Memberikan kesaksian melalui mukjizat yang mereka lakukan (Martyria)
- Saling memperhatikan dan memenuhi kebutuhan hidup (Diakonia)
- Contoh-contoh tugas pokok Gereja:
- Pewartaan (Kerygma): pelajaran agama, pelajaran untuk calon baptis, katekese umat, kotbah.
- Persekutuan (Koinonia): kelompok putra altar, OMK, kelompok Legio Maria, Marriage Encounter ( ME), wanita Katolik.
- Pengudusan (Liturgia): perayaan ekaristi, ibadat, doa novena, mendoakan orang sakit.
- Pelayanan (Diakonia): poliklinik, dana solidaritas, yayasan yatim piatu, aktivitas aksi sosial, APP.
- Kesaksian hidup (Martyria): saling mencintai, menghormati, menolong (martir putih), menjadi relawan di medan perang atau bencana alam ( martir merah).
Gereja sebagai Tanda dan Sarana Keselamatan
- Tugas Gereja: melanjutkan karya perutusan Yesus kepada para rasul untuk mewartakan keselamatan kepada seluruh umat manusia.
- Tujuan: Gereja menjadi sarana bagi umat untuk dapat menjalin komunikasi yang semakin dekat dan erat dengan Allah.
- Sakramen: tanda dan sarana keselamatan Allah bagi manusia.
- Tujuh sakramen:
- Sakramen inisiasi: sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen penguatan.
- Sakramen penyembuhan: sakramen tobat dan sakramen pengurapan orang sakit.
- Sakramen pelayanan persekutuan dan perutusan: sakramen imamat dan sakramen perkawinan.
- Dokumen Gereja tentang sakramen:
- Gereja menjadi sakramen persatuan manusia dengan Allah secara mendalam (KGK 775).
- Gereja juga adalah alat Kristus (KGK 776).
- Di dalam tangan Tuhan, Gereja adalah alat penyelamatan semua orang (LG 9).
- Sakramen keselamatan bagi semua orang (LG 48).