Roh Kudus adalah Roh Allah yang dijanjikan oleh Yesus kepada para murid sebelum Ia naik ke surga.
Janji Yesus ini telah terpenuhi dalam peristiwa Pentakosta.
Roh Kudus adalah Roh Penghibur, Roh Kebenaran.
Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang mengajarkan tentang Kebenaran Allah, yaitu mewartakan tentang Yesus Kristus sendiri dan karya Penyelamatan-Nya.
Roh Kudus berperan bagi para rasul dengan memberikan keberanian, pendampingan dan kekuatan.
Roh Kudus berperan bagi kita dengan:
Memampukan untuk memberi kesaksian hidup (martyria).
Mendorong untuk saling menguduskan melalui kegiatan liturgi.
Memampukan untuk melaksanakan tugas pelayanan (diakonia).
Menggerakkan dan mendorong untuk membangun persekutuan yang kokoh (Koinonia).
Tanda saat Roh Kudus turun:
Tiupan angin yang keras.
Lidah-lidah Api.
Awan gelap.
Peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul membuktikan bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan murid-murid-Nya dan akan menyertai mereka sampai akhir zaman.
Lambang Roh Kudus:
Angin: menggerakkan kita kemana Roh itu mau, yaitu menuju kepada kebaikan.
Api: menyemangati hidup kita, untuk mewartakan karya keselamatan Kristus.
Peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul disebut hari Pentakosta.
7 karunia Roh Kudus:
Karunia kebijaksanaan
Karunia pengertian
Karunia nasihat
Karunia pengenalan
Karunia kesalehan
Karunia Perkasaan
Karunia takut akan Allah
Empat karunia yang menyempurnakan akal budi:
Kebijaksanaan
Pengertian
Pengenalan akan Allah
Nasihat
Tiga karunia yang menopang keinginan (will) dan indera (senses):
Kesalehan (kesempurnaan keinginan)
Keperkasaan dan rasa takut akan Tuhan (menopang indera)
Roh Kudus membimbing umat-Nya melalui:
Sabda-Nya dalam Kitab Suci
Gereja-Nya
Bimbingan secara khusus
Bimbingan orang lain
Gereja sebagai Komunitas Orang Beriman
Gereja berasal dari kata igreja (Portugis), ecclesia (Latin), atau ekklèsia (Yunani), yang berarti ’kumpulan’ atau ’pertemuan, ’ ’rapat.’
Ekklèsia berarti ’memanggil,’ sehingga Gereja dapat diartikan sebagai umat yang dipanggil Tuhan.
Komunitas yang hidup memiliki:
Komunikasi dan interaksi
Saling memperhatikan, memiliki, memberi, mendukung, menasihati, mengingatkan, mengembangkan, dan melayani.
Membangun kebahagiaan bersama.
Makna Gereja:
Gereja sebagai umat Allah
Gereja sebagai Tubuh Kristus
Gereja sebagai Bait Roh Kudus
Gereja sebagai sebuah misteri dan sakramen
Gereja sebagai communio
Gereja sebagai Persekutuan Orang-orang Kudus
Penghayatan Gereja sebagai komunitas umat beriman yang hidup:
Menjadi anggota Gereja lewat sakramen baptis
Semua anggota komunitas hidup sehati dan sejiwa karena menghayati satu Allah, satu Roh, dan satu baptisan
Semua anggota dipandang dan diperlakukan sebagai saudara yang sederajat
Pemimpin dalam Gereja hadir sebagai pelayan menghadirkan Kristus di tengah umatnya.
Anggota Gereja:
Kaum klerus atau kaum tertahbis (uskup, imam, diakon): bertugas untuk menguduskan, menggembalakan, memimpin, melayani, mengajar umat.
Kaum hidup bakti atau biarawan-biarawati: tarekat religius (mengucapkan Tri Kaul Suci: Ketaatan, Kemurnian, dan Kemiskinan) dan tarekat sekular (tidak mengucapkan Tri kaul suci, namun terikat nasihat injil pelayanan)
Kaum Awam: Umat kristiani yang bukan imam dan juga bukan biarawan-biarawati yang berperan penting juga dalam melaksanakan perutusan Gereja sesuai dengan bidang karya masing-masing.
Ciri-ciri Gereja: satu, kudus, katolik, dan apostolik.
Gereja yang satu: kesatuan dalam Gereja yang tampak dalam satu Injil, satu baptisan, dan satu jabatan yang dikaruniakan kepada Petrus dan kedua belas rasul.
Gereja yang kudus: bersumber pada Kristus, tujuannya menuju kekudusan, untuk kemuliaan Allah dan penyelamatan umat manusia.
Gereja yang katolik: rahmat dan keselamatan yang ditawarkan kepada semua orang; Iman dan ajaran Gereja yang bersifat umum, yaitu dapat diterima dan dihayati siapa pun.
Gereja apostolik: berpegang teguh pada kesaksian iman para rasul yang diutus Kristus.
Karya Pastoral Gereja
Lima tugas pokok Gereja: pewartaan (Kerygma), persekutuan (Koinonia), pengudusan (Leyturgia), pelayanan (diakonia) dan Kesaksian (Martyria).
Ciri hidup jemaat perdana (Kis 2:41-47):
Bertekun dalam ajaran para rasul (Kerygma)
Bertekun dalam persekutuan (Koinonia)
Berdoa memuji Allah (Leyturgia)
Memberikan kesaksian melalui mukjizat yang mereka lakukan (Martyria)
Saling memperhatikan dan memenuhi kebutuhan hidup (Diakonia)