Perbaikan Materi Genetik dan Mutasi Kromosom

Mekanisme Perbaikan DNA

  • Proses seluler untuk mengenali dan memperbaiki kerusakan DNA.
  • Menjaga stabilitas genetik dan mencegah mutasi penyebab penyakit.

Perbaikan DNA Secara Umum

  • Menggunakan dua untai nukleotida (DNA double stranded).
  • Menggunakan banyak jalur perbaikan.
  • Hampir semua kesalahan dapat diperbaiki.

DNA Extension & Misincorporation

  • DNA polimerase memiliki domain untuk menambahkan nukleotida ke untai DNA yang baru terbentuk (nascent DNA strands) menggunakan untai DNA template sebagai cetakan.

Proofreading DNA

  • Kemampuan DNA polimerase untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan pemasangan basa selama replikasi DNA.
  • Mekanisme:
    1. DNA polimerase memeriksa kecocokan pasangan basa saat menambahkan nukleotida.
    2. Jika terjadi kesalahan:
      • Menghentikan sintesis.
      • Memindahkan ujung 3' rantai DNA ke situs exonuclease 3' → 5'.
      • Menghapus nukleotida yang salah.
      • Mengembalikan ujung ke situs polimerase untuk melanjutkan sintesis.
  • Enzim dengan aktivitas proofreading:
    • Prokariot: DNA pol III.
    • Eukariot: DNA pol δ dan ε.
  • Tujuan:
    • Mengurangi tingkat kesalahan replikasi dari 1 per 10510^5 menjadi 1 per 10710^7 nukleotida.
    • Menjaga fidelity replikasi DNA, penting untuk stabilitas genetik.

Mismatch Repair (MMR)

  • Mekanisme perbaikan DNA yang mengoreksi pasangan basa yang tidak sesuai (mismatch) yang lolos dari proofreading saat replikasi.
  • Mekanisme pada eukariot:
    1. Pengenalan mismatch oleh kompleks protein (misalnya MSH2-MSH6).
    2. Perekrutan endonuklease dan eksisi segmen DNA yang mengandung mismatch.
    3. DNA polimerase mengisi ulang bagian yang hilang dengan basa yang benar.
    4. DNA ligase menyambung rantai DNA kembali.
  • Gen yang penting dalam MMR:
    • Prokariot: MutS, MutL, MutH.
    • Eukariot: MSH2, MSH6, MLH1, PMS2.
  • Tujuan:
    • Menjaga akurasi replikasi DNA.
    • Mencegah akumulasi mutasi yang bisa menyebabkan kanker.
  • Gangguan pada MMR menyebabkan Lynch syndrome (HNPCC).

Base Excision Repair (BER)

  • Mekanisme perbaikan DNA yang menghapus dan mengganti basa yang rusak secara kimiawi (oksidasi, alkilasi, deaminasi).
  • Mekanisme:
    1. DNA glycosylase mengenali dan menghilangkan basa rusak → meninggalkan AP site (apurinic/apyrimidinic).
    2. AP endonuclease memotong backbone DNA di AP site.
    3. DNA polymerase β menyisipkan basa baru.
    4. DNA ligase menyambung kembali backbone.
  • Jenis DNA Glycosylase dalam BER:
    • Uracil-DNA glycosylase (menghapus urasil dari DNA).
    • 8-oxoguanine glycosylase (menghapus basa yang teroksidasi).
  • Tujuan:
    • Efektif memperbaiki kerusakan yang terjadi ribuan kali per sel per hari.
    • Kunci dalam pertahanan sel terhadap mutagen endogen.

Nucleotide Excision Repair (NER)

  • Mekanisme perbaikan DNA yang menghapus kerusakan besar yang menyebabkan distorsi struktur heliks DNA (dimer timin akibat UV atau adduct kimia besar).
  • Mekanisme:
    1. Pengenalan lesi oleh protein sensor.
    2. Pembukaan heliks oleh helikase.
    3. Pemotongan segmen DNA rusak (±24-32 nukleotida) oleh endonuklease.
    4. Sintesis ulang oleh DNA polymerase menggunakan untai sehat sebagai cetakan.
    5. Penyambungan oleh DNA ligase.
  • Memperbaiki lesi helix-distorting.
  • Penting dalam menjaga genom dari kerusakan akibat sinar UV.
  • Jenis NER:
    • Global Genome NER (GG-NER): memperbaiki seluruh genom.
    • Transcription-Coupled NER (TC-NER): fokus pada gen yang sedang ditranskripsi aktif.
  • Gangguan pada NER menyebabkan Xeroderma pigmentosum (XP).

Double-Strand Break (DSB)

  • Kerusakan DNA di mana kedua untai heliks DNA patah secara bersamaan.
  • Bentuk kerusakan paling berbahaya bagi genom.
  • Penyebab:
    • Radiasi ionisasi (sinar X).
    • Agen kemoterapi.
    • Replikasi DNA yang terganggu.
    • Kerusakan endogen akibat metabolisme sel.
  • Jika tidak diperbaiki:
    • Kematian sel (apoptosis).
    • Mutasi besar → translokasi, delesi.
    • Kanker dan kelainan genetik.

Homologous Recombination (HR)

  • Mekanisme perbaikan DSB yang menggunakan untai homolog sebagai cetakan, sehingga sangat akurat.
  • Memperbaiki DSB tanpa menyebabkan mutasi.
  • Umumnya aktif di fase S dan G2 (setelah replikasi, saat sister chromatid tersedia).
  • Mekanisme:
    1. Reseksi ujung DNA → menghasilkan untai tunggal 3’.
    2. Strand invasion ke sister chromatid oleh protein seperti Rad51.
    3. Sintesis DNA menggunakan cetakan homolog.
    4. Resolution & ligasi → memperbaiki patahan.
  • Gen yang berperan dalam HR: BRCA1, BRCA2 (kerusakan berkaitan dengan risiko kanker payudara dan ovarium).
  • Penting karena metode perbaikan yang sangat presisi.
  • Umumnya digunakan oleh sel untuk mempertahankan integritas genom.

Non-Homologous End Joining (NHEJ)

  • Mekanisme perbaikan DSB yang langsung menyambungkan ujung DNA yang patah tanpa cetakan homolog.
  • Perbaikan cepat dan darurat.
  • Dominan di fase G1 (tidak tersedia sister chromatid).
  • Mekanisme:
    1. Pengikatan protein Ku ke ujung patahan.
    2. Perekrutan DNA-PK dan ligase.
    3. Proses trimming dan pengisian jika perlu.
    4. Penyambungan langsung oleh DNA ligase IV.
  • Kelebihan: cepat dan efisien.
  • Kekurangan: rawan kesalahan (dapat menyebabkan delesi atau mutasi kecil).
  • Tetap vital dalam mempertahankan stabilitas genom saat HR tidak bisa dilakukan.

Perbandingan Mekanisme Perbaikan DNA

MekanismeJenis KerusakanAkurasiFase Sel DominanPerlu Cetakan?Ciri Khas
ProofreadingMismatch saat replikasiSangat tinggiReplikasi (S)YaKoreksi real-time oleh DNA polimerase dengan aktivitas exonuclease.
Mismatch RepairMismatch post-replikasiTinggiSetelah replikasiYaDeteksi mismatch → eksisi → sintesis ulang.
Base Excision RepairBasa rusak secara kimia (non-distorsi)TinggiSepanjang siklus selYaSpesifik untuk satu basa, menggunakan DNA glycosylase.
NERLesi besar/distorsi heliks (UV)Sangat tinggiSepanjang siklus selYaMenghapus segmen ±24-32 nt, efektif lawan dimer timin.
HRDouble-strand breakSangat tinggiS/G2 (sister chromatid tersedia)YaPerbaikan presisi pakai cetakan homolog (Rad51, BRCA).
NHEJDouble-strand breakRendah-sedangG1 (tanpa cetakan)TidakLangsung ligasi ujung patah, rawan mutasi kecil.

Mutasi Kromosom dan Perubahan Jumlah Kromosom

  • Mutasi adalah perubahan materi genetik (gen atau kromosom) suatu sel yang diwariskan kepada keturunannya.
  • Penyebab: kesalahan replikasi, radiasi, bahan kimia (mutagen), virus, atau selama meiosis.
  • Jenis mutasi:
    • Mutasi gen (point mutation): Perubahan materi genetik (DNA atau RNA) pada tingkat urutan basa.
    • Mutasi kromosom: Perubahan yang terjadi pada kromosom yang disertai dengan perubahan struktur dan jumlah kromosom.

Klasifikasi Mutasi Kromosom

  • Perubahan struktur kromosom (aberasi kromosom).
  • Perubahan jumlah kromosom.

Perubahan Jumlah Kromosom

  • Disebabkan karena pengurangan atau penambahan jumlah kromosom.
    • Aneuploidi: Perubahan salah satu kromosom dari genom individu. Contoh: monosomik (2n12n-1), nullisomik (2n22n-2), trisomik (2n+12n+1), tetrasomik (2n+22n+2).
    • Euploidi: Perubahan jumlah perangkat kromosom (genom). Contoh: haploid (nn), diploid (2n2n), triploid (3n3n), tetraploid (4n4n), poliploid.
Tipe Aneuploidi
  1. Nulisomi: Kehilangan sepasang kromosom homolog (2n22n – 2).
  2. Monosomi: Kehilangan sebuah kromosom tunggal (2n12n – 1). Zigot manusia monosomi memiliki 45 kromosom.
  3. Trisomi: Mendapatkan tambahan sebuah kromosom tunggal (2n+12n + 1). Contoh: Down syndrome (penambahan kromosom 21, total 47 kromosom).
  4. Tetrasomi: Mendapatkan tambahan sepasang kromosom homolog (2n+22n + 2).
  • Peristiwa Aneuploidi: Kelainan saat pembentukan gamet (meiosis I, meiosis II, atau mitosis).
  • Pasangan kromosom homolog gagal memisahkan diri (nondisjunction), menyebabkan sel mendapatkan kromosom lebih atau kekurangan kromosom.

Nondisjunction pada Meiosis

  • Meiosis I: Homologous chromosomes fail to separate, resulting in gametes with either both copies or no copies of the chromosome.
  • Meiosis II: Sister chromatids fail to separate, leading to some gametes with an extra copy and others missing a copy.
  • Fertilization with these gametes results in trisomic (2n+1) or monosomic (2n-1) zygotes.

Euploidi

  • Perubahan jumlah perangkat/set kromosom.
  • Contoh: Semangka tanpa biji (kelainan pada proses pembentukan gamet akibat non-disjunction).

Perubahan Struktur Kromosom

  • Disebabkan oleh mutasi.
Jenis Perubahan Struktur Kromosom
  1. Duplikasi: Bagian kromosom mengalami penggandaan.
  2. Delesi: Kromosom patah dan bagian patahan hilang (dengan atau tanpa sentromer).
  3. Inversi: Segmen kromosom patah pada dua lokasi, berputar 180°, dan bergabung kembali.
  4. Translokasi: Fragmen kromosom berpindah ke bagian lain dari kromosom yang sama atau ke kromosom nonhomolog lainnya.