Perbaikan Materi Genetik dan Mutasi Kromosom
Mekanisme Perbaikan DNA
- Proses seluler untuk mengenali dan memperbaiki kerusakan DNA.
- Menjaga stabilitas genetik dan mencegah mutasi penyebab penyakit.
Perbaikan DNA Secara Umum
- Menggunakan dua untai nukleotida (DNA double stranded).
- Menggunakan banyak jalur perbaikan.
- Hampir semua kesalahan dapat diperbaiki.
DNA Extension & Misincorporation
- DNA polimerase memiliki domain untuk menambahkan nukleotida ke untai DNA yang baru terbentuk (nascent DNA strands) menggunakan untai DNA template sebagai cetakan.
Proofreading DNA
- Kemampuan DNA polimerase untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan pemasangan basa selama replikasi DNA.
- Mekanisme:
- DNA polimerase memeriksa kecocokan pasangan basa saat menambahkan nukleotida.
- Jika terjadi kesalahan:
- Menghentikan sintesis.
- Memindahkan ujung 3' rantai DNA ke situs exonuclease 3' → 5'.
- Menghapus nukleotida yang salah.
- Mengembalikan ujung ke situs polimerase untuk melanjutkan sintesis.
- Enzim dengan aktivitas proofreading:
- Prokariot: DNA pol III.
- Eukariot: DNA pol δ dan ε.
- Tujuan:
- Mengurangi tingkat kesalahan replikasi dari 1 per 105 menjadi 1 per 107 nukleotida.
- Menjaga fidelity replikasi DNA, penting untuk stabilitas genetik.
Mismatch Repair (MMR)
- Mekanisme perbaikan DNA yang mengoreksi pasangan basa yang tidak sesuai (mismatch) yang lolos dari proofreading saat replikasi.
- Mekanisme pada eukariot:
- Pengenalan mismatch oleh kompleks protein (misalnya MSH2-MSH6).
- Perekrutan endonuklease dan eksisi segmen DNA yang mengandung mismatch.
- DNA polimerase mengisi ulang bagian yang hilang dengan basa yang benar.
- DNA ligase menyambung rantai DNA kembali.
- Gen yang penting dalam MMR:
- Prokariot: MutS, MutL, MutH.
- Eukariot: MSH2, MSH6, MLH1, PMS2.
- Tujuan:
- Menjaga akurasi replikasi DNA.
- Mencegah akumulasi mutasi yang bisa menyebabkan kanker.
- Gangguan pada MMR menyebabkan Lynch syndrome (HNPCC).
Base Excision Repair (BER)
- Mekanisme perbaikan DNA yang menghapus dan mengganti basa yang rusak secara kimiawi (oksidasi, alkilasi, deaminasi).
- Mekanisme:
- DNA glycosylase mengenali dan menghilangkan basa rusak → meninggalkan AP site (apurinic/apyrimidinic).
- AP endonuclease memotong backbone DNA di AP site.
- DNA polymerase β menyisipkan basa baru.
- DNA ligase menyambung kembali backbone.
- Jenis DNA Glycosylase dalam BER:
- Uracil-DNA glycosylase (menghapus urasil dari DNA).
- 8-oxoguanine glycosylase (menghapus basa yang teroksidasi).
- Tujuan:
- Efektif memperbaiki kerusakan yang terjadi ribuan kali per sel per hari.
- Kunci dalam pertahanan sel terhadap mutagen endogen.
Nucleotide Excision Repair (NER)
- Mekanisme perbaikan DNA yang menghapus kerusakan besar yang menyebabkan distorsi struktur heliks DNA (dimer timin akibat UV atau adduct kimia besar).
- Mekanisme:
- Pengenalan lesi oleh protein sensor.
- Pembukaan heliks oleh helikase.
- Pemotongan segmen DNA rusak (±24-32 nukleotida) oleh endonuklease.
- Sintesis ulang oleh DNA polymerase menggunakan untai sehat sebagai cetakan.
- Penyambungan oleh DNA ligase.
- Memperbaiki lesi helix-distorting.
- Penting dalam menjaga genom dari kerusakan akibat sinar UV.
- Jenis NER:
- Global Genome NER (GG-NER): memperbaiki seluruh genom.
- Transcription-Coupled NER (TC-NER): fokus pada gen yang sedang ditranskripsi aktif.
- Gangguan pada NER menyebabkan Xeroderma pigmentosum (XP).
Double-Strand Break (DSB)
- Kerusakan DNA di mana kedua untai heliks DNA patah secara bersamaan.
- Bentuk kerusakan paling berbahaya bagi genom.
- Penyebab:
- Radiasi ionisasi (sinar X).
- Agen kemoterapi.
- Replikasi DNA yang terganggu.
- Kerusakan endogen akibat metabolisme sel.
- Jika tidak diperbaiki:
- Kematian sel (apoptosis).
- Mutasi besar → translokasi, delesi.
- Kanker dan kelainan genetik.
Homologous Recombination (HR)
- Mekanisme perbaikan DSB yang menggunakan untai homolog sebagai cetakan, sehingga sangat akurat.
- Memperbaiki DSB tanpa menyebabkan mutasi.
- Umumnya aktif di fase S dan G2 (setelah replikasi, saat sister chromatid tersedia).
- Mekanisme:
- Reseksi ujung DNA → menghasilkan untai tunggal 3’.
- Strand invasion ke sister chromatid oleh protein seperti Rad51.
- Sintesis DNA menggunakan cetakan homolog.
- Resolution & ligasi → memperbaiki patahan.
- Gen yang berperan dalam HR: BRCA1, BRCA2 (kerusakan berkaitan dengan risiko kanker payudara dan ovarium).
- Penting karena metode perbaikan yang sangat presisi.
- Umumnya digunakan oleh sel untuk mempertahankan integritas genom.
Non-Homologous End Joining (NHEJ)
- Mekanisme perbaikan DSB yang langsung menyambungkan ujung DNA yang patah tanpa cetakan homolog.
- Perbaikan cepat dan darurat.
- Dominan di fase G1 (tidak tersedia sister chromatid).
- Mekanisme:
- Pengikatan protein Ku ke ujung patahan.
- Perekrutan DNA-PK dan ligase.
- Proses trimming dan pengisian jika perlu.
- Penyambungan langsung oleh DNA ligase IV.
- Kelebihan: cepat dan efisien.
- Kekurangan: rawan kesalahan (dapat menyebabkan delesi atau mutasi kecil).
- Tetap vital dalam mempertahankan stabilitas genom saat HR tidak bisa dilakukan.
Perbandingan Mekanisme Perbaikan DNA
| Mekanisme | Jenis Kerusakan | Akurasi | Fase Sel Dominan | Perlu Cetakan? | Ciri Khas |
|---|
| Proofreading | Mismatch saat replikasi | Sangat tinggi | Replikasi (S) | Ya | Koreksi real-time oleh DNA polimerase dengan aktivitas exonuclease. |
| Mismatch Repair | Mismatch post-replikasi | Tinggi | Setelah replikasi | Ya | Deteksi mismatch → eksisi → sintesis ulang. |
| Base Excision Repair | Basa rusak secara kimia (non-distorsi) | Tinggi | Sepanjang siklus sel | Ya | Spesifik untuk satu basa, menggunakan DNA glycosylase. |
| NER | Lesi besar/distorsi heliks (UV) | Sangat tinggi | Sepanjang siklus sel | Ya | Menghapus segmen ±24-32 nt, efektif lawan dimer timin. |
| HR | Double-strand break | Sangat tinggi | S/G2 (sister chromatid tersedia) | Ya | Perbaikan presisi pakai cetakan homolog (Rad51, BRCA). |
| NHEJ | Double-strand break | Rendah-sedang | G1 (tanpa cetakan) | Tidak | Langsung ligasi ujung patah, rawan mutasi kecil. |
Mutasi Kromosom dan Perubahan Jumlah Kromosom
- Mutasi adalah perubahan materi genetik (gen atau kromosom) suatu sel yang diwariskan kepada keturunannya.
- Penyebab: kesalahan replikasi, radiasi, bahan kimia (mutagen), virus, atau selama meiosis.
- Jenis mutasi:
- Mutasi gen (point mutation): Perubahan materi genetik (DNA atau RNA) pada tingkat urutan basa.
- Mutasi kromosom: Perubahan yang terjadi pada kromosom yang disertai dengan perubahan struktur dan jumlah kromosom.
Klasifikasi Mutasi Kromosom
- Perubahan struktur kromosom (aberasi kromosom).
- Perubahan jumlah kromosom.
Perubahan Jumlah Kromosom
- Disebabkan karena pengurangan atau penambahan jumlah kromosom.
- Aneuploidi: Perubahan salah satu kromosom dari genom individu. Contoh: monosomik (2n−1), nullisomik (2n−2), trisomik (2n+1), tetrasomik (2n+2).
- Euploidi: Perubahan jumlah perangkat kromosom (genom). Contoh: haploid (n), diploid (2n), triploid (3n), tetraploid (4n), poliploid.
Tipe Aneuploidi
- Nulisomi: Kehilangan sepasang kromosom homolog (2n–2).
- Monosomi: Kehilangan sebuah kromosom tunggal (2n–1). Zigot manusia monosomi memiliki 45 kromosom.
- Trisomi: Mendapatkan tambahan sebuah kromosom tunggal (2n+1). Contoh: Down syndrome (penambahan kromosom 21, total 47 kromosom).
- Tetrasomi: Mendapatkan tambahan sepasang kromosom homolog (2n+2).
- Peristiwa Aneuploidi: Kelainan saat pembentukan gamet (meiosis I, meiosis II, atau mitosis).
- Pasangan kromosom homolog gagal memisahkan diri (nondisjunction), menyebabkan sel mendapatkan kromosom lebih atau kekurangan kromosom.
Nondisjunction pada Meiosis
- Meiosis I: Homologous chromosomes fail to separate, resulting in gametes with either both copies or no copies of the chromosome.
- Meiosis II: Sister chromatids fail to separate, leading to some gametes with an extra copy and others missing a copy.
- Fertilization with these gametes results in trisomic (2n+1) or monosomic (2n-1) zygotes.
Euploidi
- Perubahan jumlah perangkat/set kromosom.
- Contoh: Semangka tanpa biji (kelainan pada proses pembentukan gamet akibat non-disjunction).
Perubahan Struktur Kromosom
Jenis Perubahan Struktur Kromosom
- Duplikasi: Bagian kromosom mengalami penggandaan.
- Delesi: Kromosom patah dan bagian patahan hilang (dengan atau tanpa sentromer).
- Inversi: Segmen kromosom patah pada dua lokasi, berputar 180°, dan bergabung kembali.
- Translokasi: Fragmen kromosom berpindah ke bagian lain dari kromosom yang sama atau ke kromosom nonhomolog lainnya.