7. Integrasi Nasional dalam Persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia

Pengertian Integrasi Nasional

Integrasi nasional adalah proses menyatukan perbedaan dalam masyarakat menjadi satu kesatuan bangsa yang utuh. Bukan menghapus perbedaan, tapi menghargai dan menjadikannya kekuatan bersama.

Syarat terjadinya integrasi nasional:

  1. Keinginan hidup bersama

  2. Kesadaran menciptakan ketertiban sosial

  3. Kesadaran menjadi bagian dari sistem

  4. Tanggung jawab bersama

  5. Rasa terganggu jika ada bagian lain terganggu

  6. Empati terhadap peristiwa yang terjadi dalam bangsa

Pendapat Ahli:

  • Wriggins: Penyatuan masyarakat kecil jadi satu bangsa

  • Weiner: Proses berbagai kelompok sosial-budaya jadi satu identitas nasional

  • Djiwandono: Menjaga persatuan sambil menghargai hak menentukan nasib sendiri


Jenis Integrasi Nasional di Indonesia

  1. Gotong royong: Kerja sama yang meringankan beban bersama

  2. Kekerabatan: Rasa memiliki dalam budaya dan bangsa

  3. Wawasan nusantara: Pandangan bahwa Indonesia adalah satu kesatuan

  4. Persatuan dan kesatuan: Sepakat menjadi satu bangsa, tanpa membedakan ras, suku, agama

  5. Bhineka Tunggal Ika: Semboyan nasional, “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua”


Pentingnya Integrasi Nasional

  • Bahasa: Bahasa Indonesia mempersatukan berbagai etnis

  • Budaya: Keberagaman budaya menjadi kekuatan dan identitas khas Indonesia


Integritas dalam Sejarah NKRI

  • Persatuan dan kesatuan bangsa adalah hal kompleks karena melibatkan banyak golongan

  • BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) menggambarkan keberagaman: tidak hanya Jawa, tapi semua wilayah & etnis (termasuk Tionghoa dan Arab)

  • Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara, menjunjung persatuan & ketuhanan


Paham Integralistik oleh Soepomo

Dalam sidang BPUPKI, Soepomo menawarkan:

  1. Teori individualistik (Hobbes, Locke): Negara = kontrak individu

  2. Teori kelas/golongan (Marx, Lenin): Negara = alat menindas

  3. Teori integralistik (Spinoza, Hegel): Negara = menjamin kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan

🔹 Soepomo memilih teori integralistik yang disesuaikan dengan konteks Indonesia — mengutamakan kepentingan bersama, bukan voting mayoritas.

  • Soepomo: Seorang ahli hukum, politikus, dan juga anggota BPUPKI.

    • "Bapak Konstitusi Indonesia".


Identitas Nasional dan Konsep Integralistik

  • Identitas nasional = ciri khas bangsa yang membedakan dari bangsa lain

  • Berdasarkan Pancasila, identitas nasional Indonesia menjunjung martabat manusia

  • Jika identitas ini dijalankan dengan benar, maka terbentuklah NKRI sebagai negara yang utuh dan bulat