7. Integrasi Nasional dalam Persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia
Pengertian Integrasi Nasional
Integrasi nasional adalah proses menyatukan perbedaan dalam masyarakat menjadi satu kesatuan bangsa yang utuh. Bukan menghapus perbedaan, tapi menghargai dan menjadikannya kekuatan bersama.
Syarat terjadinya integrasi nasional:
Keinginan hidup bersama
Kesadaran menciptakan ketertiban sosial
Kesadaran menjadi bagian dari sistem
Tanggung jawab bersama
Rasa terganggu jika ada bagian lain terganggu
Empati terhadap peristiwa yang terjadi dalam bangsa
Pendapat Ahli:
Wriggins: Penyatuan masyarakat kecil jadi satu bangsa
Weiner: Proses berbagai kelompok sosial-budaya jadi satu identitas nasional
Djiwandono: Menjaga persatuan sambil menghargai hak menentukan nasib sendiri
Jenis Integrasi Nasional di Indonesia
Gotong royong: Kerja sama yang meringankan beban bersama
Kekerabatan: Rasa memiliki dalam budaya dan bangsa
Wawasan nusantara: Pandangan bahwa Indonesia adalah satu kesatuan
Persatuan dan kesatuan: Sepakat menjadi satu bangsa, tanpa membedakan ras, suku, agama
Bhineka Tunggal Ika: Semboyan nasional, “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua”
Pentingnya Integrasi Nasional
Bahasa: Bahasa Indonesia mempersatukan berbagai etnis
Budaya: Keberagaman budaya menjadi kekuatan dan identitas khas Indonesia
Integritas dalam Sejarah NKRI
Persatuan dan kesatuan bangsa adalah hal kompleks karena melibatkan banyak golongan
BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) menggambarkan keberagaman: tidak hanya Jawa, tapi semua wilayah & etnis (termasuk Tionghoa dan Arab)
Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara, menjunjung persatuan & ketuhanan
Paham Integralistik oleh Soepomo
Dalam sidang BPUPKI, Soepomo menawarkan:
Teori individualistik (Hobbes, Locke): Negara = kontrak individu
Teori kelas/golongan (Marx, Lenin): Negara = alat menindas
Teori integralistik (Spinoza, Hegel): Negara = menjamin kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan
🔹 Soepomo memilih teori integralistik yang disesuaikan dengan konteks Indonesia — mengutamakan kepentingan bersama, bukan voting mayoritas.
Soepomo: Seorang ahli hukum, politikus, dan juga anggota BPUPKI.
"Bapak Konstitusi Indonesia".
Identitas Nasional dan Konsep Integralistik
Identitas nasional = ciri khas bangsa yang membedakan dari bangsa lain
Berdasarkan Pancasila, identitas nasional Indonesia menjunjung martabat manusia
Jika identitas ini dijalankan dengan benar, maka terbentuklah NKRI sebagai negara yang utuh dan bulat