Neuroanatomi & Neurologi Klinis bagi Dokter Umum
Terminologi Abnormalitas Motorik

Monoplegia
Ketidakmampuan bergerak pada satu ekstremitas (misalnya, satu lengan atau kaki).
Hemiplagia
Ketidakmampuan bergerak pada satu sisi tubuh, mempengaruhi lengan dan kaki di sisi yang sama.
Diplegia
Lokasi: bagian tubuh yang simetris, seperti kedua tangan atau kedua kaki
Penyebab: lesi pada korteks otak
Paraplegia
Lokasi: kaki dan pinggul
Penyebab: cedera atau penyakit pada sumsum tulang belakang
Lesi: sumsum tulang belakang
Quadriplegia/Tetraplegia
Lokasi: lemah di 4 anggota gerak
Plegia vs Paresis
Plegia: motorik 0
Paresis: 1-4
Terminologi Abnormalitas Sensorik

Allodynia
Respon nyeri berlebihan/heboh
Disentuh doang nyeri
Alloestesia
Salah mempresepsikan stimulus yang diberikan
Kasih raba tapi bilang seperti terbakar/nyeri
Analgesia
Hilang sensasi nyeri
Astereognosis
Tidak mampu mengenali benda dengan diraba
Bola ga bisa dirasakan, tapi ketika dilihat tau itu boa
Agrafestesia
Tidak mampu mengenali angka atau huruf yang dituliskan di kulit (biasnaya telapak atau punggung)
Anestesia
Semua sensasi hilang
Disestesia
Rasa tidak nyaman atau nyeri
Dikasih rangsang ga nyaman
Sering diikuti parastesia
Misal: terbakar, kesemutan, ditusuk-tusuk
Mengeluhkan kebas
Hipoalgesia
Kurang merasakan sensasi nyeri
Hiperalgesia
Respon nyeri berlebihan, padahal stimulus nyeri yang diberikan ringan
Mirip dengan allodynia
Kinestesia
Perasaan bergerak
Mirip dizzyness
Pallestesia
Sensasi getar yang menurun
Parestesia
Kebas, rasa terbakar, seperti kesemutan
Biasanya ga nyeri
Penyebab: tekanan pada saraf
UMN vs LMN
Diketahui dari pemeriksaan fisik
Jika atrofi pada sisi yang lemah → wasting, LMN → Lesi SST, perifer
Jika tidak ada mengecil → UMN → lesi SSP, sentral
Tonus
UMN: ada tahanan ketika ditekuk
LMN: tonus menurun
Pemeriksaan refleks
UMN: meningkat, terutama refleks fisiologis, ada perluasan refleks
LMN: menurun
Respon plantar
Normal: plantar fleksi (seperti menginjak rem)
UMN: babinski (+) dorsofleksi, abduksi
LMN: tidak muncul babinski
Anatomi Sistem Saraf

Otak terdiri dari 2 sisi yaitu:
Hemisfer kanan
Hemisfer kiri
Cerebrum (otak besar) terdiri dari 4 lobus yaitu:
Frontal → motorik, kognitif atau bahasa, atensif
Oksipital → pusat penglihatan
Temporal → interpretasi pendengaran, penerimaan bahasa, ingatan
Parietal → interpretasi semua sensasi
Mengapa gray matter lebih gelap?
Karena tidak mengandung myelin
Myelin → mengandung lemak, terang
Subcortical white matter
Banyak mengandung akson dan myelin
Subcortical gray matter
Ada di dalam serebrum, contohnya basal ganglia, talamus, hipotalamus → kontrol gerakan
Otak kecil
Fungsi: keseimbangan, gaya berjalan
Batang otak
Lokasi: di bawah serebrum, di depan serebelum
Ada 3 bagian:
Mesencephalon → CN 3, 4
Pons → CN 5,6,7,8
Medulla oblongata → CN 9,10,11,12
Terdapat inti motorik CN, kec CN1, CN2 (langsung berhubungan dengan serebrum, occipital dan bulbus olfaktorius)
Isi korteks
Badan sel, dendrit → neuron
Neuron tidak banyak myelin
Subkorteks banyak akson yang dibungkus oleh myelin jadi warnanya terang