Catatan tentang Unsur Mikro
Unsur Mikro
- Unsur mikro dibutuhkan tanaman dan hewan dalam jumlah sedikit.
- Tanaman: Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, Cl
- Hewan: Co, I, F
- Jumlah unsur mikro yang terlalu sedikit menyebabkan kekurangan, sementara jumlah yang berlebihan menyebabkan keracunan.
- Selang kadar aman dan keracunan biasanya sempit, sehingga pengelolaan unsur hara mikro harus hati-hati.
Mengapa Unsur Mikro Perlu Diperhatikan
- Walaupun dibutuhkan sedikit, unsur mikro tetap penting karena:
- Terangkut oleh tanaman, menyebabkan kadar dalam tanah berkurang.
- Varietas unggul memerlukan unsur mikro lebih banyak dan lebih cepat.
- Pupuk makin murni.
- Kemampuan mengenali gejala kahat (defisiensi) unsur mikro lebih baik.
Peran Unsur Mikro
- Besi (Fe):
- Grup prostetik: porfirin dan feredoksin.
- Kofaktor berbagai enzim.
- Bagian dari kloroplas.
- Mangan (Mn):
- Aktivator enzim pentransfer-fosfat dan enzim lingkaran Krebs.
- Bagian dari kloroplas.
- Seng (Zn):
- Komponen enzim-logam: dehidrogenase.
- Kofaktor enzim sintesis protein.
- Tembaga (Cu):
- Komponen berbagai enzim: asam askorbik oksidase, fenolase, lakase, sitokrom oksidase.
- Kofaktor enzim sintesis protein.
- Molibdenum (Mo):
- Bagian enzim logam dalam fiksasi nitrogen dan nitrat reduktase.
- Boron (B):
- Mengendalikan metabolisme hidrat arang (karbohidrat).
- Klor (Cl):
- Terlibat dalam pembentukan oksigen dalam sistem-foto II dari fotosintesis.
Sumber Unsur Mikro
- Kerak bumi: Batuan dan tanah.
- Fe, Mn, Zn, Cu: oksida, sulfida, silikat.
- Mo: sulfida, molibdat.
- B: silikat.
- Cl: klorida.
- Kondisi tanah yang kekurangan unsur mikro:
- Tanah pasir masam dan tercuci hebat.
- Tanah organik.
- Tanah alkalin.
- Tanah terus-menerus ditanami dan dipupuk berat.
Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan Kation Unsur Mikro
- Reaksi Tanah (pH):
- pH rendah: ketersediaan Fe, Mn, Zn, Cu, Co tinggi.
- pH tinggi: ketersediaan Fe, Mn, Zn, Cu, Co rendah, karena mengendap.
- Contoh: Fe2++2OH−→Fe(OH)2
- Tingkat Oksidasi:
- Oksidasi tinggi: kurang larut.
- Oksidasi rendah: mudah larut.
- Reaksi Anorganik Lainnya:
- Pembentukan endapan dengan fosfat, sulfida, karbonat.
- Kombinasi Logam-Organik (Khelat):
- Khelat meningkatkan ketersediaan unsur mikro.
Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan Anion Unsur Mikro
- Klor (Cl):
- Garam klor mudah larut.
- Selalu ditambah dari cipratan air laut.
- Boron (B):
- Tergantung pH: pada pH tinggi kurang tersedia, pada pH rendah sangat tersedia.
- Kadar Bahan Organik:
- Makin tinggi bahan organik, kadar B makin tinggi.
- Molibdenum (Mo):
- Tergantung pH: pada pH rendah kurang tersedia, pada pH tinggi mudah tersedia.
- Ilustrasi: Grafik pengaruh pH terhadap jerapan Mo oleh tanah (tidak ada data spesifik numerical).
Kebutuhan Hara yang Seimbang
- Keseimbangan hara mikro lebih sulit dikelola.
- Enzim dipengaruhi beberapa unsur mikro.
- Contoh:
- Zn dan P diperlukan untuk dapat menggunakan Mn secara maksimum.
- B dan Ca saling memengaruhi.
- Ada hubungan antara Cu dan Ca atau K dan Fe (pada kentang).
- Antagonisme:
- Reaksi enzimatik dan biokimia yang memerlukan beberapa unsur mikro tidak jalan bila ada unsur mikro lain dalam jumlah banyak.
Contoh Reaksi Antagonisme
- Kelebihan Cu atau SO42−: menurunkan penggunaan Mo.
- Kekurangan Fe karena kelebihan Cu, Zn, dan Mn.
- Kelebihan P: kekurangan Zn, Fe, dan Cu.
- Kelebihan N: kekurangan Cu.
- Kelebihan K atau Na: serapan Mn menurun.
- Kelebihan kapur: serapan B menurun.
- Kelebihan Fe, Cu, dan Zn: serapan Mn menurun.
Pengelolaan Unsur Mikro
- Dalam pengelolaan unsur mikro, kita harus memperhatikan:
- Sifat tanah.
- Kemasaman tanah (pH).
- Kelembaban tanah (tingkat oksidasi).
- Pemupukan.