ANSI-ASB Standard 054 1st ed 2021_Standard for a Quality Control Program in Forensic Toxicology Laboratories (2)
Standar Program Kontrol Kualitas di Laboratorium Toksikologi Forensik
1. Ruang Lingkup
Dokumen menetapkan persyaratan minimum untuk kontrol kualitas di lab toksikologi forensik, termasuk pentingnya program, pemilihan bahan, persiapan sampel (kalibrator & kontrol), penggunaan dalam pengujian, serta peninjauan data.
Berlaku untuk analisis toksikologi forensik di berbagai sub-disiplin (postmortem, kinerja manusia, pengujian narkoba, perintah pengadilan, umum) namun tidak untuk toksikologi alkohol napas.
2. Referensi Normatif
Merujuk ANSI/ASB Standard 036 (Validasi Metode) dan ANSI/ASB Standard 017 (Ketertelusuran Pengukuran).
3. Istilah dan Definisi
Menjelaskan istilah seperti analit yang menarik, run analitik, sampel matriks kosong, kalibrasi (historis, regresi linear/kuadratik/sederhana), kalibrator, kontrol (pengenceran, sesuai matriks, negatif, positif, proses), titik keputusan, LOD, LLOQ, MSA, program kontrol kualitas, material kontrol kualitas (RM, CRM), blanko pelarut, dan ULOQ.
Analit yang menarik (Analyte of Interest): Substansi spesifik yang diukur atau diidentifikasi dalam pengujian.
Run analitik (Analytical Run): Serangkaian analisis yang dilakukan secara berurutan tanpa gangguan, menggunakan prosedur dan kondisi yang sama.
Sampel matriks kosong (Blank Matrix Sample): Sampel yang mirip dengan sampel uji tetapi tidak mengandung analit target atau gangguan yang signifikan.
Kalibrasi (Calibration): Proses menetapkan hubungan antara respons instrumen dan konsentrasi analit, menggunakan serangkaian standar (kalibrator).
Kalibrasi Historis (Historical Calibration): Kalibrasi yang valid berdasarkan data sebelumnya, digunakan selama validasi metode, dan diperiksa secara berkala.
Regresi Linear/Kuadratik/Sederhana (Linear/Quadratic/Simple Regression): Metode statistik untuk membuat kurva kalibrasi, memodelkan hubungan antara sinyal dan konsentrasi.
Kalibrator (Calibrator): Standar dengan konsentrasi analit yang diketahui, digunakan untuk kalibrasi instrumen.
Kontrol (Control): Sampel dengan konsentrasi analit yang diketahui, digunakan untuk memantau kinerja pengujian dan validitas hasil.
Kontrol Pengenceran (Dilution Control): Kontrol yang diencerkan untuk memastikan akurasi pengukuran pada tingkat konsentrasi yang berbeda.
Sesuai Matriks (Matrix-Matched): Kontrol yang memiliki komposisi matriks yang mirip dengan sampel uji.
Negatif (Negative Control): Kontrol yang tidak mengandung analit target.
Positif (Positive Control): Kontrol yang mengandung analit target pada konsentrasi yang diketahui.
Proses (Process Control): Kontrol yang melalui seluruh proses pengujian, termasuk langkah-langkah persiapan sampel.
Titik keputusan (Decision Point): Tingkat konsentrasi analit yang digunakan untuk membedakan antara hasil positif dan negatif.
LOD (Limit of Detection): Batas deteksi, yaitu konsentrasi terendah analit yang dapat dideteksi tetapi belum tentu dapat diukur secara kuantitatif.
LLOQ (Lower Limit of Quantification): Batas kuantifikasi bawah, yaitu konsentrasi terendah analit yang dapat diukur secara kuantitatif dengan presisi dan akurasi yang dapat diterima.
MSA (Measurement System Analysis): Analisis sistem pengukuran, yaitu evaluasi terhadap akurasi, presisi, dan stabilitas sistem pengukuran.
Program kontrol kualitas (Quality Control Program): Serangkaian prosedur yang dirancang untuk memantau dan memastikan kualitas hasil pengujian.
Material kontrol kualitas (Quality Control Material): Bahan yang digunakan dalam program kontrol kualitas untuk memantau kinerja pengujian.
RM (Reference Material): Material referensi, yaitu bahan yang digunakan sebagai standar dalam pengukuran.
CRM (Certified Reference Material): Material referensi bersertifikat, yaitu material referensi yang memiliki sertifikat analisis yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang.
Blanko pelarut (Solvent Blank): Pelarut yang digunakan dalam pengujian, tanpa adanya analit, digunakan untuk memeriksa kontaminasi.
ULOQ (Upper Limit of Quantification): Batas kuantifikasi atas, yaitu konsentrasi tertinggi analit yang dapat diukur secara kuantitatif dengan presisi dan akurasi yang dapat diterima.
LLOQ (Lower Limit of Quantification): Batas kuantifikasi bawah, yaitu konsentrasi terendah analit yang dapat diukur secara kuantitatif dengan presisi dan akurasi yang dapat diterima.
4. Ikhtisar Program Kontrol Kualitas
4.1 Umum
Metode analitik divalidasi sesuai ANSI/ASB Standard 036; kontrol kualitas memastikan metode tetap sesuai tujuan.
4.2 Persyaratan Program Kontrol Kualitas
Individu bertanggung jawab atas program kontrol kualitas.
Program mencakup: persyaratan material kontrol kualitas (identifikasi, konten, matriks, instruksi), model kalibrasi, persyaratan kontrol, peninjauan hasil kontrol, serta pemantauan dan evaluasi.
5. Sumber, Verifikasi, dan Kedaluwarsa Material Kontrol Kualitas
5.1 Umum
Pemilihan dan perawatan material penting untuk kalibrator dan kontrol. Bentuk material harus didokumentasikan.
5.2 Sumber Material Kontrol Kualitas
5.2.1 Sampel Matriks Kosong
Dievaluasi untuk tidak adanya analit target atau gangguan.
5.2.2 Material Referensi
Sifat fisik dan kimia harus ditentukan; kemurnian juga harus ditentukan untuk pengukuran kuantitatif.
5.2.3 Material Referensi Analitik Komersial
Dapat berupa bubuk atau cairan (standar encer).
5.2.4 Sumber Material Referensi Lainnya
Sumber lain dapat digunakan setelah dikarakterisasi.
5.3 Verifikasi Kualitas Material Referensi
5.3.1 Material Referensi Bersertifikat
Ikuti ANSI/ASB Standard 017; dapat digunakan tanpa verifikasi lebih lanjut jika disertai sertifikat analisis yang dapat diterima.
5.3.2 Material Referensi Tidak Bersertifikat
Karakterisasi dengan minimal dua teknik elusidasi struktural.
5.3.3 Persyaratan Tambahan untuk Material Referensi Tidak Bersertifikat yang Digunakan untuk Kuantifikasi
Kemurnian atau konsentrasi ditetapkan dengan minimal dua teknik.
5.4 Penyimpanan dan Kedaluwarsa Material Referensi
Ikuti kondisi penyimpanan yang direkomendasikan pabrikan. Jika tidak ada, laboratorium menentukan berdasarkan evaluasi historis.
Patuhi tanggal kedaluwarsa pabrikan atau tetapkan berdasarkan evaluasi historis.
6. Persiapan, Penggunaan, Penyimpanan, dan Kedaluwarsa Kalibrator dan Kontrol
6.1 Persiapan dan Penggunaan Kalibrator dan Kontrol
Sampel yang sesuai dengan matriks harus digunakan sebagai kalibrator. Kalibrator dan kontrol yang disiapkan secara komersial dapat digunakan tanpa verifikasi lebih lanjut if vendor is acceptable.
Material untuk kalibrator dan kontrol di rumah harus diperoleh dari produsen yang berbeda atau lot yang berbeda.
Kalibrator dan kontrol yang disiapkan di rumah harus diverifikasi untuk konsistensi dengan konsentrasi target dan kriteria kontrol kualitas yang ditetapkan dalam pengujian.
6.2 Kondisi Penyimpanan Kalibrator dan Kontrol
Ikuti kondisi penyimpanan yang direkomendasikan pabrikan atau tentukan berdasarkan evaluasi historis.
6.3 Kedaluwarsa Kalibrator dan Kontrol
Patuhi tanggal kedaluwarsa pabrikan atau tetapkan berdasarkan evaluasi historis.
Laboratorium menetapkan tanggal kedaluwarsa untuk kalibrator dan kontrol yang disiapkan sendiri berdasarkan stabilitas material.
6.4 Dokumentasi Kalibrator dan Kontrol
Dokumentasi untuk konten, tanggal, analis, nomor lot, identifikasi, dan persyaratan penyimpanan.
Wadah penyimpanan diberi label dengan nama/identifikasi, nomor lot, dan tanggal kedaluwarsa.
7. Persyaratan Kalibrasi untuk Prosedur Kuantitatif
7.1 Umum
Model kalibrasi dan rentang harus ditentukan dalam prosedur analitik laboratorium.
7.2 Model Kalibrasi
Regresi linear sederhana: minimal 4 kalibrator, tidak dipaksakan melalui titik asal.
Regresi kuadratik: minimal 6 kalibrator, tidak dipaksakan melalui titik asal.
Kalibrator nol tidak boleh dianggap sebagai titik kalibrasi.
7.3 Menghilangkan Kalibrator
Kriteria harus ditentukan untuk menghilangkan kalibrator. Jumlah akhir tidak boleh di bawah minimum. Alasan harus didokumentasikan.
7.4 Kalibrasi Historis
Harus ditunjukkan melalui validasi metode. Kalibrasi baru diperlukan setelah pemeliharaan instrumen atau kegagalan kontrol.
7.5 Kriteria Penerimaan Kalibrasi
Kriteria harus ditentukan; minimal, r2 harus 0,990 atau lebih baik dan konsentrasi kalibrator harus dievaluasi terhadap bias maksimum yang dapat diterima.
Kegagalan harus didokumentasikan dan batch ditolak untuk analit yang berlaku.
8. Persyaratan Kontrol
8.1 Umum
Kontrol memverifikasi kinerja pengujian. Pemilihan tingkat kontrol positif didasarkan pada titik keputusan, signifikansi forensik, atau kriteria analitik.
Semua kontrol harus diuji sama seperti sampel kasus. Kontrol negatif dan positif harus disertakan dengan setiap batch analitik. Kontrol proses harus disertakan ketika prosedur mencakup teknik seperti hidrolisis atau oksidasi
Laboratorium harus menentukan parameter untuk menerima atau menolak kontrol.
Sampel kasus harus secara kolektif dikurung oleh kontrol selama urutan run instrumental.
8.2 Persyaratan Kontrol Spesifik Berdasarkan Ruang Lingkup Pengujian
8.2.1 Umum
Jumlah dan jenis kontrol tergantung pada tujuan pengujian.
8.2.2 Pengujian Skrining Tidak Bertarget (termasuk imunoassay)
Satu kontrol negatif, satu kontrol positif yang menantang kinerja pengujian, dan satu kontrol proses.
8.2.3 Pengujian Skrining Bertarget (termasuk teknik instrumental dan non-instrumental)
Satu kontrol negatif, satu kontrol positif yang menantang batas deteksi, dan satu kontrol proses.
8.2.4 Pengujian Konfirmasi/Identifikasi Kualitatif
Satu kontrol negatif, satu kontrol positif yang menantang batas deteksi, dan satu kontrol proses.
8.2.5 Pengujian Kuantitatif
Satu kontrol negatif, satu kontrol positif rendah yang menantang LLOQ, satu kontrol positif tinggi yang menantang ULOQ, dan satu kontrol proses.
8.3 Kriteria Penerimaan Kontrol Berdasarkan Ruang Lingkup Pengujian
8.3.1 Umum
Laboratorium menentukan parameter penerimaan. Setiap kontrol dievaluasi secara independen.
8.3.2 Kriteria Penerimaan dan Evaluasi untuk Kontrol dalam Pengujian Skrining dan Konfirmasi/Identifikasi Kualitatif
Kontrol negatif tidak boleh positif. Kontrol positif dan proses harus positif.
8.3.3 Kriteria Penerimaan dan Evaluasi untuk Kontrol dalam Pengujian Kuantitatif
Kontrol negatif tidak boleh positif. Kontrol positif dan proses harus positif dan memenuhi persyaratan spesifik.