Rangkuman Materi: Menjauhi Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina

Menjauhi Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina untuk Melindungi Harkat dan Martabat Manusia

Q.S. al-Isra’/17: 32 tentang Larangan Mendekati Zina
Membaca Q.S. al-Isra’/17: 32

ا ٢ ْلً ي بِ سَ سَ اۤ ءَ َ ةً ۗوَ ِاحش َ ف انَ هٗ كَ نٰٓىِ انَ ِ ُوا الزّ ب رَ قْ ا تَ وَ لَا

Hukum Bacaan dan Tajwid Q.S. al-Isra’/17: 32

No

Lafal

Hukum Bacaan

Keterangan

1.

َل َو

Mad Thabi’i

Ada harakat fathah yang diikuti huruf alif

2.

ب رَ قْ َت

Qalqalah Sughra

Huruf qaf berharakat sukun di tengah kata/kalimat

3.

نٰٓى ِ ُوا الزّ ب رَ قْ تَ

Alif Lam Syamsiyah

Alif lam mati bertemu huruf syamsiyah, dibaca lebur

4.

َ ةً ۗوَ ِاحش فَ سَ اۤ ءَ

Idgham Bighunnah

Huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau

5.

ْلً ي بِ سَ

Mad ‘Iwad

Fathah tanwin di akhir kata jika waqaf, dibaca mad

Arti Mufradat Q.S. al-Isra/17: 32

Lafal

Arti

Lafal

Arti

َو لَا

janganlah

َك

dan

ُوا ب رَ قْ َت

mendekati

ِاحش َف ۗ ةً

suatu perbuatan keji

نٰٓى ِ الزّ

Zina

َانِ هٗ

itu sungguh

ْلً ي بِ سَ اۤ ءَ

jalan

َو

dan yang buruk

Terjemahan Q.S. al-Isra’/17: 32

Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.

Tafsir Q.S. al-Isra’/17: 32

Ayat ini melarang mendekati perbuatan zina, yang merupakan perbuatan keji dan jalan yang buruk. Larangan ini mencakup segala sesuatu yang dapat merangsang jiwa dan nafsu untuk melakukannya, seperti pergaulan bebas, tempat-tempat maksiat, berhayal tentang aurat lawan jenis, melihat konten yang merangsang nafsu syahwat, membaca artikel yang membangkitkan nafsu birahi, dan mengenakan pakaian yang tidak menutup aurat.

Pengertian Perbuatan Zina

Zina adalah hubungan badan antara laki-laki dan perempuan yang sudah balig, tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah sesuai dengan tuntunan agama Islam. Zina termasuk perbuatan keji (fahisah) dan diharamkan dalam Islam.
Menurut pasal 284 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) zina adalah hubungan badan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dan perempuan yang bukan istri atau suaminya.

Hukum Perbuatan Zina

Para ulama sepakat bahwa hukum zina adalah haram. Larangan mendekati zina mengandung peringatan agar tidak terjerumus dalam sesuatu yang berpotensi mengantarkan kepada perbuatan zina.

Hukuman Bagi Pelaku Perbuatan Zina

Hukuman bagi pelaku zina berbeda tergantung status pelakunya:

  • Zina Muhsan: Dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang sudah menikah.

    • Hukuman: Didera 100 kali dan dirajam (dilempari batu) hingga mati.

  • Zina Ghairu Muhsan: Dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang belum menikah.

    • Hukuman:

      • Gadis dan perjaka: Didera 100 kali dan diasingkan.

      • Janda dan duda: Didera 100 kali dan dirajam hingga meninggal dunia.

Dalam KUHP pasal 284, pelaku zina dapat diancam dengan hukuman sembilan bulan penjara. Namun, tuntutan hanya dapat dilakukan oleh pasangan yang merasa tercemar akibat perbuatan tersebut.

Unsur-Unsur Perbuatan Zina

Hukuman bagi pelaku zina dapat diterapkan apabila memenuhi unsur-unsur berikut:

  1. Dilakukan di luar hubungan perkawinan yang sah dan disengaja.

  2. Pelakunya adalah mukalaf (sudah balig dan berakal).

  3. Dilakukan secara sadar tanpa paksaan.

  4. Terdapat bukti-bukti telah terjadi perzinaan:

    • Saksi: Empat orang laki-laki muslim, balig, berakal sehat, adil, dan dapat dipercaya.

    • Pengakuan: Pengakuan dari pelaku zina.

    • Qarinah (indikasi): Kehamilan pada perempuan yang tidak memiliki suami

Menelaah Isi dan Kandungan Q.S. al-Isra’/17: 32

Seks dalam pandangan Islam adalah suci, tetapi zina menjadikannya kotor dan menjijikkan serta berpotensi menimbulkan penyakit berbahaya. Mendekati zina saja sudah terlarang, apalagi melakukannya. Zina dapat menimbulkan berbagai akibat buruk, seperti tercerabutnya akar kekeluargaan, menyebarnya penyakit menular, merajalelanya nafsu dan kemaksiatan, serta terjadinya degragasi moral.

Contoh Perilaku Mendekati Zina
  1. Menjalani pergaulan bebas.

  2. Mendatangi tempat-tempat yang dapat mengundang nafsu syahwat.

  3. Berhayal dan berimajinasi tentang aurat lawan jenis.

  4. Melihat konten yang dapat merangsang nafsu syahwat.

  5. Membaca artikel yang dapat membangkitkan nafsu birahi.

  6. Mengenakan pakaian yang tidak menutupi aurat.Keburukan Perbuatan Zina (Menurut Sayyid Qutub)

  1. Penempatan asal muasal kehidupan (sel sperma dan sel telur) bukan pada tempat yang sah.

  2. Berpotensi untuk terjadinya tindak kejahatan berikutnya, yaitu menggugurkan atau membunuh janin apabila terjadi kehamilan.

  3. Berpotensi terjadinya penelantaran jika bayi hasil perzinaan tersebut dibiarkan lahir dan hidup.

  4. Tidak jelasnya nasab seseorang, sehingga menjadi hilang kepercayaan menyangkut kehormatan dari anak yang dilahirkan.

  5. Keluarga dari pelaku perbuatan perzinaan menjadi rapuh.

Dampak Negatif Perbuatan Zina (Menurut Imam Sayuti)
  • Dampak di Dunia:

    1. Menghilangkan kewibawaan.

    2. Menyebabkan kefakiran.

    3. Memperpendek umur.

  • Dampak di Akhirat:

    1. Mendapatkan murka Allah Swt.

    2. Mendapat hisab yang buruk.

    3. Mendapat siksa yang pedih.

Akibat Perbuatan Zina
  1. Dilaknat oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya.

  2. Dijauhi atau dikucilkan oleh masyarakat di sekitarnya.

  3. Garis keturunan/nasab menjadi tidak jelas.

  4. Anak hasil zina tidak dapat dinasabkan kepada ayah biologisnya.

  5. Anak hasil zina tidak dapat menuntut warisan dari ayahnya.

  6. Apabila anak hasil zina berjenis kelamin perempuan, maka akan mendatangkan persoalan perwalian pada saat pernikahannya.

Hadis tentang Zina

Rasulullah Saw. bersabda bahwa apabila seseorang melakukan zina, maka iman telah lepas dari dirinya.

Q.S. an-Nur/24: 2 tentang Larangan Melakukan Pergaulan Bebas

Membaca Q.S. an-Nur /24: 2

ِ الٰ نِ ْ ْي ِ دي ِ ٌ ف ة فَ مَ ا رَ أْ بِهِ ْ م خُ ذْكُ ا تَأْ ٍة ۖوَ لَا دَ جَ لْ ِ ا مائَةَ مَ هُ نْ ّ ِاحٍد ِ م َ و لَ وْ ا كُ ِدُ ْي فَ اجْ ل ِ َ الزَ و َةُ ِي لزَ ان اَ - ٕ ِيْ ِمن مُ ؤْ ْ ِ نَ ال ّ م ۖ ٌ ة مَ ا طَ اۤ ىِفَ هُ َ ذَ ابَ ع هَ دْ ْ ش َ ي ۚ وَ لْ ِ ِخر اٰ ْ ِم ال ْ و َ ي ْ َ ال ِ و الٰ بِ ْ نَ و ِمنُ ؤْ ْ تُ م تُ ن ْ ِ ِ انْ كُ}

Hukum Bacaan dan Tajwid Q.S. An-Nur/24: 2

No

Lafal

Hukum Bacaan

Keterangan

1.

َةُ ِي لزَ ان َا

Alif Lam Syamsiyah

Alif lam mati bertemu huruf syamsiyah, dibaca lebur

2.

ِدُ وْ

Qalqalah Sughra

Ada huruf jim berharakat sukun

3.

َا م هُ نْ ّ ِاحٍد ِ م

Idgham Bighunnah

Ada huruf dal berharakat kasrah tanwin bertemu huruf mim

4.

َا م هُ ِمّ نْ

Idzhar Halqi

Ada huruf nun berkarakat sukun bertemu huruf ha

5.

م بِهِ ْ م خُ ذْكُ ا

‘ Ikhfa Syafawi

Ada huruf mim berharakat sukun bertemu huruf ba

6.

ِ الٰ نِ ْ ْي ِ دي ِ ٌ ف ة فَ رَ أْ

‘ Ikhfa Haqiqi

Ada huruf ta berharakat dhammah tanwin bertemu huruf fa

7.

ۚ ِ ِخر اٰ ْ ِم ال ْ و َ ي ْ ال وَ

Lam Alif Qamariyah

Huruf alif lam bertemu dengan salah satu huruf qamariyah, cirinya huruf alif lam terdapat harakat sukun

8.

َ نَ ِيْ ِمن مُ ؤْ ْ ال

Mad ‘Aridl Li Sukun

Ada huruf mad yang bertemu dengan sukun dan atau harus berhenti atau waqaf pada akhir ayat

Arti Mufradat Q.S. An-Nuur/24: 2

Lafal

Arti

Lafal

Arti

َةُ ِي لزَ ان َا

pezina perempuan

ِ الٰ نِ ْ ْي ِ دي ِ ٌ ف ة فَ رَ أْ

mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah

ْي ِ ان الز َو

dan pezina laki-laki

ْ م تُ نْ ِانْ كُ

jika kamu

ْ ودُ ِ اجْ فَ ل

deralah

الٰ بِ ْ نَ و ِمنُ ؤْ تُ

beriman kepada Allah

ُك ِاحٍد َ و ل

masing-masing

ۚ ِ ِخر اٰ ْ ِم ال ْ و َ ي ْ ال وَ

dan hari kemudian

َا م هُ ِمّ نْ

dari keduanya

َا م هُ َ ذَ ابَ ع

dan hendaklah disaksikan (pelaksanaan) hukuman mereka

لْ دَ جَ ِمائَةَ ةَ

seratus kali

ةَ ٌ ف طَ ىِفَ اۤ

Sebagian oleh

َا م بِهِ وَ لَ تَأْ خُ

dan janganlah rasa belas kasihan

نَ ِيْ ِمن مُ ؤِْ نَ ال مّ

orang-orang yang beriman

Terjemahan Q.S. an-Nur /24: 2

Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.

Tafsir Q.S. an-Nur/24: 2
Definisi Pergaulan Bebas

Pergaulan bebas adalah tindakan atau sikap yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tidak terkontrol dan dibatasi oleh aturan-aturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Pergaulan bebas identik dengan perilaku yang dapat merusak tatanan nilai dalam masyarakat.

Bentuk Pergaulan Bebas

Contoh pergaulan bebas adalah praktik seks bebas/perbuatan zina. Seks bebas adalah perilaku keji yang dilarang agama Islam. Allah melarang umat Islam untuk mendekati perbuatan zina karena dapat mendatangkan mudarat yang besar dalam kehidupan manusia. Dalam pandangan Islam, zina merupakan perbuatan kriminal (jarimah) yang dikategorikan hukuman hudud, yakni suatu jenis hukuman atas perbuatan maksiat yang menjadi hak Allah Swt.

Hukuman Bagi Pelaku Zina

Berdasarkan Q.S. an-Nur/24: 2, pelaku perzinaan, baik laki-laki maupun perempuan harus dihukum dera (dicambuk) sebanyak 100 kali. Namun, jika pelaku perzinaan itu sudah muḥșan (pernah menikah), maka diterapkan hukuman rajam, apabila kesalahan perbuatan zinanya terbukti sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh agama.

Qadzaf: Menuduh Zina

Menuduh orang lain berbuat zina (qadzaf) mendapatkan ancaman yang sama besarnya apabila tuduhan tersebut tidak terbukti. Jika tidak mampu menghadirkan empat orang saksi, maka penuduh akan diancam dengan hukuman had qadzaf, yakni dicambuk sebanyak 80 kali.

Menelaah Isi dan Kandungan Q.S. an-Nur/24: 2
  1. Perintah Allah Swt. untuk menghukum dera/cambuk sebanyak 100 kali masing-masing untuk pelaku zina perempuan dan pelaku zina laki-laki.

  2. Pihak yang berwenang diharapkan bisa bertindak tegas dan dilarang berbelas kasihan kepada kedua pelaku zina tersebut dalam pelaksanaan hukuman terhadapnya.

  3. Pelaksanaan hukuman atau eksekusi hukum dera tersebut, hendaknya disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman/masyarakat.

  4. Penyebutan kata az-zaniyah/perempuaan pezina lebih didahulukan daripada kata az-zani/laki-laki pezina.

  5. Dalam aturan dan norma agama, perempuan apalagi seorang gadis, tidak dibenarkan untuk pergi ke tempat-tempat yang sepi kecuali dengan mahramnya.