Kemerdekaan
Menganalisis Kronologi Dasar Sejarah Indonesia
3.4 Menganalisis Perubahan dan Kesinambungan Ruang Sejarah
Mengkaji aspek-aspek berikut dari awal kemerdekaan hingga awal reformasi:
Geografis
Politik
Ekonomi
Pendidikan
Sosial
Budaya
4.4 Menyajikan Hasil Analisis
Mengkomunikasikan hasil analisis mengenai kronologi, perubahan, dan kesinambungan di berbagai bidang yang disebutkan.
Tujuan Pembelajaran
Mengidentifikasi Proklamasi Kemerdekaan.
Peristiwa Bom Atom
Pengeboman kota Hiroshima terjadi pada tanggal 6 Agustus 1945.
Pengeboman kota Nagasaki terjadi pada tanggal 9 Agustus 1945.
Penyerahan Jepang
Tanggal 14 Agustus 1945: Jepang menyerah kepada Sekutu, pengumuman disiarkan oleh BBC Australia.
Tanggal 15 Agustus 1945: Berita penyerahan disiarkan di Radio Nasional Indonesia.
Reaksi Bangsa Indonesia Terhadap Proklamasi
Golongan muda mendesak Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan, diwakili oleh Wikana.
Tanggal 16 Agustus 1945: Penculikan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok oleh golongan muda.
Peristiwa Rengasdengklok
Shodanco Singgih dan anggota PETA mengangkut Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok.
Di Jakarta, golongan muda Wikana dan golongan tua Ahmad Soebardjo bersepakat untuk menjemput Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta.
Perjalanan menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.
Penyusunan Teks Proklamasi
Teks Proklamasi disusun oleh:
Soekarno
Hatta
Achmad Soebardjo
Disaksikan oleh:
Soekarni
BM Diah
Sudiro
Sajuti Melik
Beberapa perubahan yang dilakukan pada teks:
Kata "tempoh" diubah menjadi "tempo".
Kalimat "wakil-wakil bangsa Indonesia" diganti dengan "Atas nama Bangsa Indonesia" dan menambahkan nama "Soekarno-Hatta".
Tanggal "Djakarta, 17-8-05" diubah menjadi "Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05".
Pembacaan Teks Proklamasi
Sebelum pembacaan, diskusi mengenai teks berlangsung dari pukul 02.00 hingga 04.00 WIB pada tanggal 17 Agustus 1945.
Pembacaan teks Proklamasi dilakukan pada pukul 10.00 WIB di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56.
Proklamasi Kemerdekaan
Mengumumkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.
Pengibaran Bendera
Latief ditunjuk untuk mengamankan lokasi dengan menempatkan prajurit PETA.
Tiga orang pengibar bendera:
Latief Hendraningrat (prajurit PETA)
Suhud Sastro Kusumo (anggota Barisan Pelopor)
Surastri Karma (SK) Trimurti, lulusan Noormal School dan AMS di Surakarta.
Sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia)
18 Agustus 1945
Menetapkan dan mengesahkan UUD 1945.
Mengangkat Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
Membentuk Komite Nasional sebagai badan pembantu Presiden sebelum terbentuknya DPR/MPR, sesuai harapan UUD 1945.
19 Agustus 1945
Menetapkan 12 Kementerian yang akan membantu presiden.
Membagi wilayah Indonesia ke dalam 8 provinsi dan menetapkan gubernurnya.
Merencanakan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR).
22 Agustus 1945
Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNPI).
Menetapkan Partai Nasional Indonesia (PNI).
Membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR).
Pembagian Wilayah Indonesia
Delapan provinsi beserta gubernurnya adalah:
Sumatera: Mr. Teuku Mohammad Hassan
Jawa Barat: Sutarjo Kartohadikusumo
Jawa Tengah: R. Panji Suroso
Jawa Timur: R. Suryo
Sunda Kecil (Nusa Tenggara): I. Gusti Ketut Pudja
Maluku: Mr. J. Latuharhary
Sulawesi: Dr. G.S.S.J. Sam Ratulangi
Borneo (Kalimantan): Pangeran Mohammad Noor.