Catatan Persiapan Ujian Fisiologi dan Homeostasis
Pengantar Fisiologi dan Homeostasis
Pembicara: dr. Herman Mulijadi, MS SpKP dari Universitas Pelita Harapan
Tujuan Pembelajaran
Memahami Fisiologi sebagai Ilmu Fungsi Tubuh
Mengaitkan Fisiologi dan Anatomi, serta memahami hubungan antara Fungsi dan Struktur
Menjelaskan Pengembangan Milieu Interieur dan komponen menurut Claude Bernard
Menjelaskan Homeostasis menurut Walter B. Cannon
Menjelaskan Mekanisme Umpan Balik Negatif dan perannya dalam pemeliharaan Stabilitas Dinamis Milieu Interieur
Menjelaskan Peran Berbagai Organ dan Sistem dalam Pemeliharaan Homeostasis
Definisi Fisiologi
Dari bahasa Yunani "Physis" yang berarti "Alam, Asal", dan "Logia" yang berarti "Studi"
Fisiologi adalah studi ilmiah tentang fungsi dalam sistem hidup.
Merupakan salah satu ilmu dasar di sekolah kedokteran yang melengkapi Pemahaman Anatomi dan Biokimia.
Hubungan antara Fisiologi dan Anatomi
Anatomi: Studi tentang struktur makhluk hidup (muncul dari bahasa Yunani "anatemnō" yang berarti "memotong, membuka").
Anatomi mempelajari bentuk, sedangkan Fisiologi mempelajari fungsi.
Keduanya saling terkait, dipercaya penting untuk studi dalam kurikulum kedokteran.
Milieu Interieur Menurut Claude Bernard
Claude Bernard (1813-1878) mendefinisikan istilah Milieu Intérieur.
Merupakan proses kunci yang menyatakan bahwa tubuh hidup relatif mandiri dari pengaruh lingkungan.
"La fixité du milieu intérieur est la condition d'une vie libre et indépendante."
Homeostasis menurut Walter B. Cannon
Cannon mengembangkan konsep Homeostasis dari Milieu Intérieur.
Dikenal dengan istilah "Fight or Flight" dan memperkenalkan empat proposisi penting:
Kestabilan dalam Sistem Terbuka: Memerlukan mekanisme untuk mempertahankan kestabilan.
Kondisi Kestabilan: Terdapat faktor yang menahan perubahan.
Sistem Pengatur: Terdiri dari beberapa mekanisme yang bekerja sama.
Pemerintahan Terorganisir: Homeostasis tidak terjadi secara kebetulan.
Mekanisme Homeostasis
Homeostasis: Kemampuan untuk mempertahankan lingkungan internal yang relatif stabil.
Didirikan di atas prinsip keseimbangan dinamis (dynamic equilibrium).
Interaksi faktor kimia, termal, dan saraf untuk mempertahankan homeostasis.
Kehilangan homeostasis dapat menyebabkan penyakit atau kematian.
Mekanisme Umpan Balik Negatif
Pengaturan mekanisme tubuh untuk mengurangi perubahan dari nilai normal.
Contoh: Mengatur kadar gula darah melalui insulin.
Terdapat sistem penerima (receptor), pusat kontrol, dan efektor dalam mekanisme pengaturan.
Pengaturan Variabel Homeostatika
Variabel yang diatur meliputi:
Suhu tubuh
Komposisi darah (ion, gula, protein)
Keseimbangan asam-basa (pH)
Tekanan darah
Laju respirasi dan kedalaman
Umpan Balik Positif
Mekanisme di mana perubahan dari nilai normal diperbesar, seperti dalam proses melahirkan dan pembekuan darah.
Namun, umpan balik positif abnormal dapat menyebabkan kerusakan.
Penutup dan Sumber
Menggunakan anamesis dan tanda vital untuk diagnosa.
Mengandalkan berbagai sumber literatur untuk studi lebih lanjut, seperti buku teks dan penelitian.